Friday, 18 May 2018

MENGAPA MANUSIA HARUS BERSYUKUR?


       Setiap manusia dimuka bumi ini terlahir karena Allah, agar senantiasa bertasbih dan taat kepada-Nya. Terkadang kita merasa bahwa hidup ini tak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita mengeluh akan hidup, sesuatu yang kita anggap ujian bahkan cobaan. Tetapi, kita tidak pernah menyadari bahwa mungkin ini juga teguran yang Allah tunjukan kepada kita agar kita menyadari kesalahan yang kita perbuat.

Bersyukur adalah menerima dengan tulus dan ikhlas segala sesuatu yang menimpa atau datang pada dirinya meskipun dalam keadaan baik maupun buruk.

Bersyukur pada hakikatnya merupakan suatu konsekuensi logis yang dapat dinalar oleh setiap manusia kepada Allah sebagai Tuhan-nya yang menciptakan dan melimpahkan berbagai kenikmatan yang telah kita rasakan tetapi kita terkadang buta akan rasa syukur tersebut terlebihi kita sering terlupa bahkan melupakannya.

Sesungguhnya  kalo kita menghitung nikmat yang telah Allah berikan pada kita, sungguh kita tidak bisa menghitungnya. tak perlu melihat nikmat yang tidak tertampakkan oleh kita. ambillah contoh yang paling sederhana, saat kita membukakan mata  dari bangun tidur. berapa kali banyaknya mata kita berkedip. Sudah pasti tak terhitung jumlahnya . dalam satu jam saja kita melihat, sudah tak terhitung berapa banyak Allah berikan nikmat kepada kita. bayangkan saja jika selama 1 jam saja kita tidak berkedip, apa yang akan terjadi dengan mata kita? Sudah tentu pasti, mata akan merah, perih, bahkan mengeluarkan air mata. Dari kejadian ini kita dapat mengambil pelajaran bagaimana tersiksanya hidup kita jika kita tidak mampu untuk mensyukurinya.

Allah berfirman : “Dan jika kamu mengukur nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar maha pengampun, maha penyayang.” (Q.S An-Nahl : 18)

Kandungan dari ayat tersebut Mengandung sejarah. diceritakan ada orang yang sudah berumur hingga 500 tahun. Selama hidupnya, dia taat kepada Allah. Selalu beribadah dan beribadah didalam kehidupan sehari-hariannya. Maksiat-maksiat dan mangkarot lain pun ia jauhi sehingga orang tersebut mendapatkan tittle orang yang bertakwa kepada Allah SWT akan tetapi dia mempunyai hati yang sombong seakan-akan dia sudah mendapatkan jaminan masuk surga melalui hasil ibadahnya yang ia lakukan selama hidupnya di umur 500 tahun tersebut. Begitu dihisab, di dalam timbangan hisaban ibadah yang ia lakukan selama hidupnya dengan timbangan 1 mata yang Allah berikan pada dirinya . ternyata, setelah ditimbang mata lebih berat dari pada hasil ibadah orang tersebut di dalam hidupnya . akhirnya orang tersebut tidak bisa masuk surga karena kesombongannya. walaupun kehidupannya dengan umur yang sangat panjang selalu beribadah kepada Allah SWT. Artinya  mensyukuri nikmat Allah itu lebih utama walaupun ibadahnya sedikit dibandingkan orang yang ibadahnya banyak tetapi tidak bersyukur di dalam hidupnya. dikarenakan semua yang datang pada dirinya adalah kehendak Allah SWT. (Asbabul nujul/riwayat turunnya surat An-Nahl diceritakan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya.)


Maka jelas, tak mampu mensyukuri nikmat Allah maka akan disiksa dengan siksaan yang pedih.


 Maka dengan itu lahirlah ayat firman Allah yang lain :

“Sungguh barang siapa yang mensyukuri nikmatku maka akan bertambah nikmatnya dan barang siapa kufur akan nikmatku maka akan kuberi siksaan yang pedih”(Q.S Ibrahim : 7)

Tak terpungkiri lagi, kita sering mengukur suatu nikmat dengan ukuran kita sendiri , artinya jika keinginan terpenuhi, maka ia akan mudah bersyukur sebaliknya jika keinginan tersebut belum terkabulkan, maka ia enggan untuk bersyukur. Kita selalu melihat sesuatu dari sudut pandang yang salah, menitikberatkan pada pandangan orang lain yang mendapatkan nikmat lebih banyak. Tapi kita tak terpedaya oleh orang-orang disekitar kita yang bahkan keadaannya lebih buruk dari pada kita saat ini. Maka cobalah untuk melihat orang yang kurang beruntung dari pada kita sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari itu semua.

Rasulullah mengajarkan:

“apabila seseorang diantara kamu melihat orang yang dilebihkan Allah dalam hal harta benda dan bentuk rupa. Maka hendaklah ia melihat kepada orang-orang yang lebih rendah dari pada dirinya.”

Jika kita memandang segala hal yang dimiliki itu adalah hasil usaha sendiri. perilaku ini sangat menumbuhkan sifat kikir, sombong, dan melupakan Allah sebagai pemberi nikmat tersebut. Padahal kita tahu bahwa tak ada satu nikmat pun yang tak luput dari pemberiannya dan tak datang dengan sendirinya.

Sudahkan kita mensyukuri semua nikmat yang kita dapatkan?

1 comment:

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...