Dalam kehidupan dunia
terkadang kita merasa jenuh, kecewa, sedih, sakit hati, ketidakpuasan akan
sesuatu dan berputus asa dalam menggapai apa yang diinginkan. tak sedikit dari
kalian mungkin merasakan hal yang sama, saya pun pernah mengalaminya. manusia
kerap kali dirundung masalah. Semua ini merupakan fenomena yang marak
dikalangan mayoritas muslim disetiap Negara. Ironisnya mengeluh hampir menimpa
setiap kalangan, baik dari kalangan muda hingga orang dewasa. Tak terpungkiri lagi wanita maupun laki-laki.
Ada masalah kecil
sampai masalah yang besar menghampirinya. Sering kali karenanya, manusia
menjadi tersesat tanpa arah. Banyak faktor memang yang bisa menjadi
penyebabnya. Ini semua bisa berasal karena dari kurangnya ilmu, pengalaman,
pelajaran hidup dan kurangnya iman di dalam hati.
Namun apa yang harus
dilakukan karena ketetapan adalah ketetapan. Tidak ada manusia manapun yang
menginginkan hidup sulit. Kalian setuju bukan?
Akibatnya tidak
banyak hal yang mampu dilakukan oleh mereka yang terbiasa mengeluh, kecuali hal
yang akan dapat membuat jiwa dan akalnya semakin melemah. Yang sering dilakukan
hanyalah berkeluh kesah dengan mencurahkan isi hatinya kepada teman sejawatnya
atau keluarga terdekatnya. Memaparkan berbagai masalah yang tengah ia hadapi .
Menimbang hal ini
Allah menjawab dalam firman-nya sebagai berikut :
“Sungguh, manusia
diciptakan suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan
apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir “ (Q.S Al-Ma’arij 19-21)
Setiap tulisan yang tersirat merupakan suatu goresan makna untuk melukisakan
sifa-sifat yang
dimiliki setiap manusia dalam menggambarkan kehidupannya.
Dari setiap ruang kosong celah kehidupannya mengambarkan ‘Keluh kesah’ apabila ia ditimpa kesusahan dan ‘Kikir’ apabila ia mendapatkan kesenangan terhadap kelapangan yang ia dapatkan.
Kebanyakan mungkin mengira bahwasanya keberhasilan itu hanyalah hasil jerih payah yang telah dia lakukan sendiri. Oleh sebab itu, ia bersikap kikir kepada orang lain dan itu menjadikan dirinya tawanan akan kekayaan yang dimilikinya sendiri dan menjadi budak atas kerakusannya . ia tak menyadari hakikat dari rezeki dan peranannya itu. Ia buta akan kemurahan Allah padanya karena sudah terputus hubungannya dan hatinya pun menjadi kosong dan hampa.
Dengan begitu ia semakin berkeluh kesah dari kedua kondisinya tersebut. Pertama berkeluh kesah akan kesusahan yang ia alami dan kedua berkeluh kesah akan kenikmatan yang ia dapatkan.
Itulah mengapa manusia berkeluh kesah, gambaran buruk akan hati dan iman yang kosong akan mengingat Allah. Maka kembalilah kepada jalan-Nya dengan bersungguh-sungguh memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Mirisnya, ketika kesusahan itu menghampiri, manusia hendaknya memborong sejuta keluhan dalam benaknya dan sejuta permintaan. Terkadang, jika permintaan itu terpenuhi seringkali hanya mengucap satu kata syukur.
Terlebih lagi, Ketika semua yang diharapkan tidak terwujudkan, manusia kerap kali menyalahkan pihak lain, tanpa terlebih dahulu berintrospeksi diri. Artinya sikap yang dimiliki ini merupakan dorongan psikologis yang muncul dari dalam jiwanya dengan kata lain dapat diartikan bahwa jiwanya sedang terguncang (tidak stabil).
jika kendati demikian, apakah kita harus pasrah?
Setiap hari, setiap jam, setiap menit kita pasti selalu di hadapkan dengan berbagai permasalahan yang tak kunjung tereraikan. Mengeluh sejatinya perwujudan dari rasa ketidakpuasan, diperlakukan tidak adil, tidak ikhlas dalam menerima hal yang sudah terjadi, baik dalam segi materi hingga mencakup hal yang lainnya. Menyalahkan pekerjaan mereka yang rendahan, Menyalahkan orang lain yang tidak pengertian. tidak nyaman dengan lingkungan sekitar, ketika sakit berkeluh kesah, perjalanan macet menghambat lalu mengumpat, banjir dan kekeringan menimpa kemudian menyalahkan orang lain. tuntutan sosial yang bertubi-tubi. terlebih ketika musibah menimpa lalu menghardik Tuhan tidak berlaku adil,
Semuanya itu saling
berhubungan, dan memberi dampaknya. Tak hanya sekedar itu, tanpa
kita sadari terkadang kita sendiri pun mungkin menyebabkan orang lain mengeluh.
Sikap dan sifat yang kita milki bisa jadi membuat orang lain merasa tidak
nyaman.
Keputusasaan adalah hal buruk yang harus dihindari. Inti dari semua masalah yang ada adalah agar manusia memahami arti hidup dan apa yang harus dicari dalam hidup.
Lalu bagaimana dengan mereka yang kesusahan?
Hidup dalam kekurangan?
Keadaan yang menyedihkan?
Jika kita dihadapkan pada suatu masalah maka secara tidak langsung Allah sedang memberi kesempatan kita untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dari sebelumnya. Entah itu tentang pekerjaan, jabatan, penghasilan lebih, pengakuan dari orang lain, dan masih banyak lagi hal yang kita tidak ketahui.
Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an telah menjelaskan dan menjawab segala pertanyaan-pertanyaan yang kita utarakan. Tidak hanya sekedar masalah keluarga, ekonomi, maupun lika-liku kehidupan .Terlebih menyangkut keluhan-keluahan utama manusia ketika dirundung masalah semua ada jawabannya di dalam Al-Qur’an.
Kebenaran Al-Qur’an sangatlah nyata, bahwasanya manusia tak akan pernah berhenti mengeluh. Disatu sisi inilah terlihat sangat jelas keberadaan manusia yang manusiawi karena bukan malaikat yang diciptakan sami’na wa atha’na. namun disisi lainnya ini merupakan indikasi bahwa sikap ini mencerminkan ketidak pandaian dalam bersyukur.
Tentunya sebagai kaum muslimin dan muslimah yang mengaku muslim dan punya tuntutan yang jelas , kita tidak mungkin akan membiarkan diri kita terperosok lebih jauh kedalam perbuatan yang sungguh sangat dibenci oleh Allah SWT.
Kenapa sangat dibenci Allah SWT?
Karena sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dengan segala ketentuan dan bersabar ketika ditimpa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan.
Mengeluh, gejala
penyakit orang yang tak pandai bersyukur.
Ketika seseorang
terhanyut dalam keluh kesah, panca indranya tidak mampu lagi melihat, mendengar,
mencium dan merasakan nikmat yang bertebaran yang Allah berikan kepadanya.
Sungguh, sudah tentu hati kita telah buta akan mengingat serta bersyukur atas nikmat Allah yang tidak terbatas ini. Hal ini menjadian kita kehilangan akal sehat, jiwa yang semakin lama semakin sakit karena tidak bisa melihat masalah dengan jernih. Hati bagaikan panas menggejolak, pikiran pun menjadi tak karuan sehingga hati pun tidak tenang. Itulah mengapa kita selalu memiliki sifat manusia yang haus akan segala kenikmatan dan ketidakpuasan atas pemberian Allah kecuali hanya sedikitlah hamba-hambanya yang bersyukur itu.
Allah pasti akan
menolong setiap hambanya yang merasa kesulitan. Berhentilah mengeluh, frustasi
dan menyerah dengan cara-cara yang tidak pantas karena perbuatan itu sangat
dibenci oleh Allah.
Kenapa bisa seperti itu ?
Karena Allah sudah menjanjikan bahwasanya Allah akan menolong setiap hambanya yang kesusahan.
Apakah kamu tidak menyadarinya? atau tidak mengetahui hal itu?
Manusia fitrahnya memang diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, tapi hal itu hanya berlaku bagi mereka yang tidak mau berfikir.
Apapun masalah yang kini tengan kita hadapi, belajarlah untuk menghadapinya. Kesulitan-kesulitan itu berasal bukan dari masalah yang kita hadapi. akan tetapi, lebih kepada bagaimana kita menyikapinya karena kesulitan merupakan sebuah proses hidup yang akan membawa kita menuju ke gerbang kesuksesan.
Teruslah belajar dalam menata kehidupan kita yang lebih baik. Jika kita tidak belajar dari kesalahan yang terjadi, pastinya kita akan mengalami perasaan mengeluh atau berkeluh kesah yang mengakibatkan kehidupan menjadi tidak tenang dan nyaman.
Ketika kita mengeluh “Aku sangat lelah”
Allah menjawab dalam firmanya :
“Dan kami menjadikan
tidurmu untuk istirahat. “(Q.S An-Naba’ :9)
Lalu kita mengeluh lagi “ Aku sudah melakukan semuanya tapi hasilnya tidak sesuai seperti yang aku inginkan. Aku sungguh pusing dibuatnya.”
Allah menjawab :
“(yaitu) orang-orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (Q,S Ar-Rad : 28)
Dengan firman Allah tersebut untuk apa kita mengeluh. Bukankah Allah sudah menjawab setiap keluh kesah umatnya. Oleh karena itu, mari biasakan diri mempelajari Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya. Sungguh Al-Qur’an menjawab setiap masalah. Mengeluh atau pun tidak, itu semua kembali kepada diri kita masing-masing dan pilihan hati kita. Hati yang senantiasa dipenuhi dengan bacaan Al-Qur’an insya Allah akan terhindar dari sikap lemah, letih, lalai, dan merasa tak berdaya. sementara hati yang sepi akan membaca Al-Qur’an akan sangat mudah terganggu dengan dinamika kehidupan yang dihadapinya sehingga sulit untuk menjadi hamba yang pandai dalam bersyukur.
Kepada hambanya yang pandai bersyukur Allah berjanji akan menambah terus-menerus kenikmatan yang diberikan dan bagi yang kufur akan nikmatnya Allah sediakan siksa yang pedih.
Allah berfirman : “Dan (ingatlah)
ketika Tuhan-mu memaklumkan, ‘sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku
akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-ku), maka
pasti azab-ku sangat berat.” ( Q.S Ibrahim : 7)
Selagi kita masih memiliki kesempatan. rubahlah cara berfikir kita dan berusaha memahami ayat-ayat Allah yang terkandung didalamnya dengan sebaik-baiknya.
Sungguh jika hati kita telah diterangi cahaya Al-Qur’an maka muncul semangat , optimis dan keyakinan kuat bahwa Allah selalu menyertai kita dan karena itulah akan mendapatkan hasil yang maksimal dari dalam diri kita.
Apabila hal ini bisa kita raih, kebahagiaan, kemenangan, dan kesuksesan sejati sudah berada ditangan kita.
Allah berfirman di dalam Al-Qur'an surah Ankabut ayat 69 sebagaimana berikut :“Dan orang-orang yang
berjihad untuk (mencari keridaan) kami, kami akan tunjukkan kepada mereka
jalan-jalan kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Jika Allah telah menjawab semua keluh kesah kita sedemikian rupa kepada hamba-Nya. akankah kita masih mengeluh? Sungguh keluhan itu mestinya kita pertanyakan dalam akal dan jiwa kita .
Allah dan Rasulnya telah berpesan, berjihadlah, bersungguh-sungguhlah, kelak engkau pasti akan menang.
Oleh karena itu, wahai saudariku yang tercinta, mengeluh bukanlah jalan terbaik dalam menghadapi setiap masalah. Mengeluh hanya akan memperparah keadaan dan janganlah berputus asa karena orang yang berputus asa tidak akan bisa menyelesaikan semua masalahnya. itu hanya akan menjadi beban dan membuat hati tak tenang. Bersikap tenangah dalam mengalami kesulitan karena pertolongan Allah pasti datang.
No comments:
Post a Comment