Kita pasti sering
berfikir, kenapa aku dikasih cobaan ini?
kenapa, tak henti-hentinya ujian ini
datang menghampiriku?
Apa kesalahan yang aku perbuat sampai aku harus
mengalaminya?
Pernahkah terlintas
dari benak kalian kalimat-kalimat itu?
Sudah tentu sedikitnya kalimat itu
pernah tersirat dalam pikiran kalian. Begitupun saya, saya tidak membantah hal
itu tidak pernah terjadi kepada saya. Karena saya pun pernah sedikitnya
memikirkan hal itu.
Dalam hal ini, Allah
menjawab pertanyaain kita sebagaimana firman-Nya berikut:
“Apakah manusia
mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘Kami telah
beriman,’ dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh, kami telah menguji orang-orang
sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti
mengetahui orang-orang yang dusta. ” (Q,S Al-‘Ankabut 2-3)
Kita diciptakan ke
muka bumi ini tidak semata-mata hanya untuk menerima seluruh nikmat-nya yang
luas dari langit hingga kepenjuru bumi. Kita pun akan diuji seberapakah kuatnya
iman kita dan seberapa besar rasa syukur yang kita terima atas nikmat yang
diberikan-Nya
Pada sebuah Hadist
Qudsi Allah berfirman:
“Sekiranya aku uji salah
seorang hambaKu yang beriman, lalu ia memujiKu atas ujian itu, berilah pahala
yang bersambungan baginya. Sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan (atas
amal yang mereka lakukan” (HQR. Ahmad dan Thabarani dalam kitab Mu’jumnya yang
tiga, dari Abul-Asy’at as-Shan’ani)
Lalu setelah kita mengetahui
firman Allah tersebut. Kita masih saja tetap mengeluh, kenapa sih ujianku
seberat ini? Kenapa hanya aku yang dikasih cobaan ini? Kenapa aku tidak bisa
seperti orang lain? Begitulah sekiranya . kita tak henti-hentinya mengeluh dan
mengeluh.
Dengan pernyataan
kita itu, Allah pun menjawab keluh kesah kita melalui firman-nya didalam Al-Qur'an sebagai berikut:
“Allah tidak
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S Al-Baqarah :286)
Seletah mengetahui
Firman Allah ini, kita pun masih mengeluh kepada-Nya. “ya Allah kenapa hal yang
selama ini aku inginkan tidak pernah aku dapatkan? Kenapa yang aku idam-idamkan
ini sulit aku raih? Kenapa sangat sulit sekali ya Allah?”
Begitulah keluh kesah
kita, semakin hari semakin menjadi, tanpa kita pernah melihat nikmat yang sudah
kita dapatkan selama ini. Menimbang hal ini Allah pun menjawabnya didalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 216 sebagai berikut:
“Diwajibkan atas kamu
berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak
menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai
sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui.”
Semakin memikirkan
masalah yang kita tengah hadapi, kita pun semakin berputus asa, semakin hari
kekuatan yang kita punya semakin melemah, hidup pun tak ada gairah,
mari kita ambil
contoh dari sebuah kisah nyata ini, ada seseorang yang bekerja disebuh
perusahaan besar, ia memiliki jabatan yang cukup bagus diperusahaan itu. Akan tetapi,
dalam keseharian pekerjaannya, ia hanya mengeluh karena keadaan didalamnya
tidak sesuai dengan apa yang dinginkannya. Setiap hari dia berangkat kerja,
badanya sangat loyo, seakan melangkahkan kakinya saja dari rumah menuju ketempat
kerjanya itu sangat berat. Sesampainya disana ia tidak bertenaga, mukanya pucat
dan seakan waktu ingin rasanya cepat berlalu sehingga ia bisa kembali kerumah
dengan segera. Semakin hari ia bekerja disana, ia pun semakin frustasi . sudah tidak
ada lagi keceriaan yang tampak diwajahnya.
Allah pun berfirman :
“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu
paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (Q.S Ali Imran :139)
Kemudian ia pun
berfikir, “Bagaimana aku bisa menghadapinya? Melalui kesulitan ini? Apakah aku
harus berhenti? “Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terbesit dikepalanya.
Lalu Allah menjawab didalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 45 sebagaimana berikut:
“Dan mohonlah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (shalat) itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
Semakin lama
berfikir, terbesit dalam benaknya apa yang ia terima dari semua ini sehingga ia
harus bertahan dalam permasalahan itu. “Bukankah sebaiknya aku mengakhirinya
saja?” ujarnya dalam hati.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah; sehingga mereka
membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah didalam Taurat,
Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?
maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.” (dikutip dari Firman Allah Al-Qur'an Surah At-Taubat ayat 111)
“Aku sudah tak tahan?
Bagaimana aku masih bisa bertahan seperti ini? Aku sudah mencoba bertahan, tapi
aku sudah tidak sanggup lagi” ucapnya dengan putus asa.“
Allah menjawab dalam salah satu ayatnya sebagai berikut : "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.” (Q.S Yusuf : 12)
Allah menjawab dalam salah satu ayatnya sebagai berikut : "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.” (Q.S Yusuf : 12)
Kemudian ia pun
bertanya-tanya, “Kepada siapa lagi aku harus berharap? Kepada siapa lagi aku
minta pertolongan? Akan kah ada yang mendengarkanku?” gumamnya dalam hati.
Sekali lagi Allah
menjawab pertanyaan hamba-Nya melalui firman-nya dalam Al-Qur'an sebagaimana berikut:
“Jika mereka
berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku;
tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan dia adalah
Tuhan yang memiliki Arasy (singgasana) yang agung.” (Q.S At-Taubat :129)
Setelah keluh kesah
itu menggeluti kepalanya , hatinya pun menjadi tak tenang, gelisah dan tidak
bisa berfikir dengan jernih.
“kenapa hatiku tidak
bisa tenang?”
Allah menjawab pertanyaan
hambanya sekali lagi melalui firman-nya dalam Al-Qur'an surah Ar-Rad ayat 28:“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati
menjadi tentram.” (Q.S Ar-Rad :28)
Hidup adalah sebuah proses
panjang yang sangat melelahkan, penuh cobaan dan rintangan. Seperti dunia yang
fana ini, bagaikan kerangkeng besi yang mengelilingi bagi mereka yang tidak
bertakwa. Harta berlimpah, jabatan, penghargaan, rasa syukur dan sabar. semua
itu Bukankah berharga melainkan hanya titipan sementara yang Allah berikan
kepada kita karena sejatinya hanya surgalah yang kenikmatannya abadi.
Allah berfirman melalui salah satu ayatnya didalam Al-Qur'an: “Setiap bencana yang
menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam
kitab (Lauh Mahfudzh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu
mudah bagi Allah.” (Q.S Al-Hadid :22)
Masihkah kamu belum
berfikir?
🙂
ReplyDelete