Saturday, 19 May 2018

KENAPA AKU DIBERI COBAAN?


Kita pasti sering berfikir, kenapa aku dikasih cobaan ini? 
kenapa, tak henti-hentinya ujian ini datang menghampiriku? 
Apa kesalahan yang aku perbuat sampai aku harus mengalaminya?

Pernahkah terlintas dari benak kalian kalimat-kalimat itu?

Sudah tentu sedikitnya kalimat itu pernah tersirat dalam pikiran kalian. Begitupun saya, saya tidak membantah hal itu tidak pernah terjadi kepada saya. Karena saya pun pernah sedikitnya memikirkan hal itu.

Dalam hal ini, Allah menjawab pertanyaain kita sebagaimana firman-Nya berikut:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. ” (Q,S Al-‘Ankabut 2-3)

Kita diciptakan ke muka bumi ini tidak semata-mata hanya untuk menerima seluruh nikmat-nya yang luas dari langit hingga kepenjuru bumi. Kita pun akan diuji seberapakah kuatnya iman kita dan seberapa besar rasa syukur yang kita terima atas nikmat yang diberikan-Nya

Pada sebuah Hadist Qudsi Allah berfirman:

“Sekiranya aku uji salah seorang hambaKu yang beriman, lalu ia memujiKu atas ujian itu, berilah pahala yang bersambungan baginya. Sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan (atas amal yang mereka lakukan” (HQR. Ahmad dan Thabarani dalam kitab Mu’jumnya yang tiga, dari Abul-Asy’at as-Shan’ani)

Lalu setelah kita mengetahui firman Allah tersebut. Kita masih saja tetap mengeluh, kenapa sih ujianku seberat ini? Kenapa hanya aku yang dikasih cobaan ini? Kenapa aku tidak bisa seperti orang lain? Begitulah sekiranya . kita tak henti-hentinya mengeluh dan mengeluh.

Dengan pernyataan kita itu, Allah pun menjawab keluh kesah kita melalui firman-nya didalam Al-Qur'an sebagai berikut: 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S Al-Baqarah :286)

Seletah mengetahui Firman Allah ini, kita pun masih mengeluh kepada-Nya. “ya Allah kenapa hal yang selama ini aku inginkan tidak pernah aku dapatkan? Kenapa yang aku idam-idamkan ini sulit aku raih? Kenapa sangat sulit sekali ya Allah?”

Begitulah keluh kesah kita, semakin hari semakin menjadi, tanpa kita pernah melihat nikmat yang sudah kita dapatkan selama ini. Menimbang hal ini Allah pun menjawabnya didalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 216 sebagai berikut:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 

Semakin memikirkan masalah yang kita tengah hadapi, kita pun semakin berputus asa, semakin hari kekuatan yang kita punya semakin melemah, hidup pun tak ada gairah,

mari kita ambil contoh dari sebuah kisah nyata ini, ada seseorang yang bekerja disebuh perusahaan besar, ia memiliki jabatan yang cukup bagus diperusahaan itu. Akan tetapi, dalam keseharian pekerjaannya, ia hanya mengeluh karena keadaan didalamnya tidak sesuai dengan apa yang dinginkannya. Setiap hari dia berangkat kerja, badanya sangat loyo, seakan melangkahkan kakinya saja dari rumah menuju ketempat kerjanya itu sangat berat. Sesampainya disana ia tidak bertenaga, mukanya pucat dan seakan waktu ingin rasanya cepat berlalu sehingga ia bisa kembali kerumah dengan segera. Semakin hari ia bekerja disana, ia pun semakin frustasi . sudah tidak ada lagi keceriaan yang tampak diwajahnya.

Allah pun berfirman : “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (Q.S Ali Imran :139)

Kemudian ia pun berfikir, “Bagaimana aku bisa menghadapinya? Melalui kesulitan ini? Apakah aku harus berhenti? “Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terbesit dikepalanya.

Lalu Allah menjawab didalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 45 sebagaimana berikut:
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” 

Semakin lama berfikir, terbesit dalam benaknya apa yang ia terima dari semua ini sehingga ia harus bertahan dalam permasalahan itu. “Bukankah sebaiknya aku mengakhirinya saja?” ujarnya dalam hati.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.” (dikutip dari Firman Allah Al-Qur'an Surah At-Taubat ayat 111)

“Aku sudah tak tahan? Bagaimana aku masih bisa bertahan seperti ini? Aku sudah mencoba bertahan, tapi aku sudah tidak sanggup lagi” ucapnya dengan putus asa.

Allah menjawab dalam salah satu ayatnya sebagai berikut : "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.” (Q.S Yusuf : 12)

Kemudian ia pun bertanya-tanya, “Kepada siapa lagi aku harus berharap? Kepada siapa lagi aku minta pertolongan? Akan kah ada yang mendengarkanku?” gumamnya dalam hati.

Sekali lagi Allah menjawab pertanyaan hamba-Nya melalui firman-nya dalam Al-Qur'an sebagaimana berikut:
“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy (singgasana) yang agung.” (Q.S At-Taubat :129)

Setelah keluh kesah itu menggeluti kepalanya , hatinya pun menjadi tak tenang, gelisah dan tidak bisa berfikir dengan jernih.

“kenapa hatiku tidak bisa tenang?”

Allah menjawab pertanyaan hambanya sekali lagi melalui firman-nya dalam Al-Qur'an surah Ar-Rad ayat 28:“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (Q.S Ar-Rad :28)

Hidup adalah sebuah proses panjang yang sangat melelahkan, penuh cobaan dan rintangan. Seperti dunia yang fana ini, bagaikan kerangkeng besi yang mengelilingi bagi mereka yang tidak bertakwa. Harta berlimpah, jabatan, penghargaan, rasa syukur dan sabar. semua itu Bukankah berharga melainkan hanya titipan sementara yang Allah berikan kepada kita karena sejatinya hanya surgalah yang kenikmatannya  abadi.

Allah berfirman melalui salah satu ayatnya didalam Al-Qur'an: “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudzh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S Al-Hadid :22)

Masihkah kamu belum berfikir?






1 comment:

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...