Masih
dengan cerita tentang Seorang Muslim bernama Siti ini. Kelanjutan dari
permasalahan frustasi yang Ia alami. Kali ini setelah dia melanjutkan
pendidikan, Ia akhirnya menemukan pekerjaan baru yang begitu jauh lebih baik
dari sebelumnya. Yang sebelumnya Ia berdebat karena menggugat promosi jabatan
seorang kasir. Kali ini Ia menjadi seorang kasir. Kasir sebuah Supermarket
ternama.
Pada
awalnya ia begitu antusias menjalani pekerjaannya tersebut. Setiap hari di laluinya
dengan banyak belajar dan praktek yang
di ajarkan atasannya. Rasa capek yang diterimanya tidak digubris sama sekali. Semua
dia jalani dengan senang hati.
Saat
itu menjelang lebaran tiba, Ia mendapat perintah menjadi salah satu perbantuan
untuk Bazar, Hal itu lantas tak menjadikannya patah semangat. Dijalaninya perbantuan
selama 3 hari tersebut.
Ketika
hendak pulang, Ia mendapatkan sebuah telepon dari sebuah perusahan yang
menawarkannya pekerjaan.. Karena berfikir sekarang sudah bekerja, lantas
tawaran tersebut Ia tolak tanpa basa-basi.
Keesokannya,
dia kembali ketempat kerjanya. Tanpa ada pemberitahuan
sebelumnya, ia harus mutasi ke toko yang baru dikarenakan di sana kekurangan
seoran pegawai kasir. Siti pun menuruti apa yang diperintakan tersebut.
Perkenalan
pun terjalin antara Siti dan rekan kerjanya di sana. Belum lama Ia bekerja di
sana cobaan dan cobaan tak henti-henti Ia alami. Mulai dari uang payment
hilang, di tipu konsumen, hingga salah memilih pesanan tiket. Ditambah lagi
pekerjaan yang begitu berat yang mengharuskannya kerja sampai larut .
Tak
lama bekerja di sana, Ia mulai sering menangis,
tidak tahan dengan cobaan yang di alaminya, belum lagi dengan sikap rekan
kerjanya yang membuatnya semakin tertekan. Ia kemudian semakin gelisah, tidak
bersemangat dan hilang harapan.
Semakin
hari, Ia menjadi sering sakit. Tubuhnya lemah dan tak berdaya. Namun, akhirnya
Ia dipindahkan ketempat baru yang masih sangat sepi pengunjung dikarenakan toko
tersebut belum lama di bangun. Ia pun mulai menjalani suasana baru tersebut.
Tidak
lama waktu berselang, permasalahan pun datang menghampirinya lagi, Ia
mendapatkan sebuah promosi jabatan . perjalanannya memegang jabatan baru juga
tidak berjalan dengan mulus. Ia mendapati permasalahan dengan supplier barang,
di bodohi perhitungan sales, hingga tekanan yang bertubi-tubi dari berbagai
pihak.
Sakit
kembali melanda tubuhnya, sakit yang ia rasakan bukan karena penyakit yang di
deritanya tapi karena tekanan batin yang selalu menggeluti hatinya. Ia pun
menceritakan segalanya kepada orang tuanya bahwa ia ingin mengundurkan diri
dari pekerjaannya tersebut
Menjelang
pengangkatan resmi jabatan tersebut, Siti justru tidak mengambil kesempatan itu
dengan berdalih akan melanjutkan
pendidikan lagi. berbagai argumen pun menghampirinya. Semua orang berkata
padanya agar tidak mengambil keputusan tersebut.
Alhasil,
hari itu tiba, ia berada di kantor perusahaan membatalkan penandatangan kontrak
yang baru dengan memberikan surat pengunduran dirinya.
Tidak
lama setelah itu, Ia hanya berada di rumah dan menunggu beasiswa tersebut
datang. Akan tetapi, Hal yang diharapkannya tidak kunjung datang juga. Lalu terbesit
dalam benaknya penyesalan yang tidak berujung karena menolak rezeki yang
diberikan Allah padanya .
Dari
cerita di atas, kita tentu tahu bahwa menolak rezeki yang ada di depan mata
kita sungguh sangat dibenci oleh Allah SWT. Untuk itu janganlah mencontoh apa
yang dialami Siti ini, jadilah pribadi yang bersyukur dan bersabar atas
rintangan yang di hadapi. Karena belum tentu buruk oleh pandangan kita, buruk
juga di hadapan Allah.
No comments:
Post a Comment