Saturday, 2 June 2018

Fenomena Bersyukur_Menolak Rezeki


Masih dengan cerita tentang Seorang Muslim bernama Siti ini. Kelanjutan dari permasalahan frustasi yang Ia alami. Kali ini setelah dia melanjutkan pendidikan, Ia akhirnya menemukan pekerjaan baru yang begitu jauh lebih baik dari sebelumnya. Yang sebelumnya Ia berdebat karena menggugat promosi jabatan seorang kasir. Kali ini Ia menjadi seorang kasir. Kasir sebuah Supermarket ternama.

Pada awalnya ia begitu antusias menjalani pekerjaannya tersebut. Setiap hari di laluinya dengan banyak belajar dan praktek  yang di ajarkan atasannya. Rasa capek yang diterimanya tidak digubris sama sekali. Semua dia jalani dengan senang hati.

Saat itu menjelang lebaran tiba, Ia mendapat perintah menjadi salah satu perbantuan untuk Bazar, Hal itu lantas tak menjadikannya patah semangat. Dijalaninya perbantuan selama 3 hari tersebut.

Ketika hendak pulang, Ia mendapatkan sebuah telepon dari sebuah perusahan yang menawarkannya pekerjaan.. Karena berfikir sekarang sudah bekerja, lantas tawaran tersebut Ia tolak tanpa basa-basi.

Keesokannya,  dia kembali  ketempat kerjanya. Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, ia harus mutasi ke toko yang baru dikarenakan di sana kekurangan seoran pegawai kasir. Siti pun menuruti apa yang diperintakan tersebut.

Perkenalan pun terjalin antara Siti dan rekan kerjanya di sana. Belum lama Ia bekerja di sana cobaan dan cobaan tak henti-henti Ia alami. Mulai dari uang payment hilang, di tipu konsumen, hingga salah memilih pesanan tiket. Ditambah lagi pekerjaan yang begitu berat yang mengharuskannya kerja sampai larut .

Tak lama bekerja di sana,  Ia mulai sering menangis, tidak tahan dengan cobaan yang di alaminya, belum lagi dengan sikap rekan kerjanya yang membuatnya semakin tertekan. Ia kemudian semakin gelisah, tidak bersemangat dan hilang harapan.

Semakin hari, Ia menjadi sering sakit. Tubuhnya lemah dan tak berdaya. Namun, akhirnya Ia dipindahkan ketempat baru yang masih sangat sepi pengunjung dikarenakan toko tersebut belum lama di bangun. Ia pun mulai menjalani suasana baru tersebut.

Tidak lama waktu berselang, permasalahan pun datang menghampirinya lagi, Ia mendapatkan sebuah promosi jabatan . perjalanannya memegang jabatan baru juga tidak berjalan dengan mulus. Ia mendapati permasalahan dengan supplier barang, di bodohi perhitungan sales, hingga tekanan yang bertubi-tubi dari berbagai pihak.

Sakit kembali melanda tubuhnya, sakit yang ia rasakan bukan karena penyakit yang di deritanya tapi karena tekanan batin yang selalu menggeluti hatinya. Ia pun menceritakan segalanya kepada orang tuanya bahwa ia ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya tersebut

Menjelang pengangkatan resmi jabatan tersebut, Siti justru tidak mengambil kesempatan itu dengan  berdalih akan melanjutkan pendidikan lagi. berbagai argumen pun menghampirinya. Semua orang berkata padanya agar tidak mengambil keputusan tersebut.

Alhasil, hari itu tiba, ia berada di kantor perusahaan membatalkan penandatangan kontrak yang baru dengan memberikan surat pengunduran dirinya.

Tidak lama setelah itu, Ia hanya berada di rumah dan menunggu beasiswa tersebut datang. Akan tetapi, Hal yang diharapkannya tidak kunjung datang juga. Lalu terbesit dalam benaknya penyesalan yang tidak berujung karena menolak rezeki yang diberikan Allah padanya .

Dari cerita di atas, kita tentu tahu bahwa menolak rezeki yang ada di depan mata kita sungguh sangat dibenci oleh Allah SWT. Untuk itu janganlah mencontoh apa yang dialami Siti ini, jadilah pribadi yang bersyukur dan bersabar atas rintangan yang di hadapi. Karena belum tentu buruk oleh pandangan kita, buruk juga di hadapan Allah.

No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...