Sunday, 3 June 2018

Fenomena Bersyukur_Diberi Ujian Karena Lalai


Setelah Ia memalingkan muka akan nikmat Allah yang diberikan untuk kedua kalinya. Ia menyombongkan diri bahwa akan mendapatkan pengganti yang lebih baik seakan-akan hal itu sangat mudah baginya. 

Pencarian pun dimulai, setiap hari Ia mencari lowongan pekerjaan di semua media dan  Menanyakan ke teman-teman terdekatnya. Ia mengirimkan. Lamaran ke semua tempat yang di datangi.
Semakin hari mencari, Ia pun mulai berfikir “ Kenapa susah sekali mendapatkan pekerjaan”
“Padahal aku sudah menaruh banyak sekali surat lamaran” gumamnya dalam hati.

Siti terus menelusuri jalan dalam pencariannya. Tak terasa hari mulai beranjak sore, Ia kemudian kembali kerumah.

Beberapa bulan kemudia Ia mendapat pesan singkat dari suatu perusahaan yang mengundangnya wawancara. Pada hari yang sudah di tentukan, Siti mendatangi tempat tersebut. Wawancara pun berlangsung, Ia mendapati bahwa lamaran yang diajukannya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Meskipun seharusnya Ia sudah bekerja, tetapi tawaran yang baik itu tetap tidak diambilnya. Dengan rasa ego yang kuat, Siti meninggalkan tempat wawancara itu.

Sebulan kemudian dari hari itu, Ia menerima telepon masuk untuk datang menghadiri wawancara lagi. Ia juga menghadirinya, semua pekerjaannya sudah sesuai dengan yang diinginkannya. Tetapi karena penghasilan yang diinginkannya tidak sesuai, Siti pun menolaknya untuk yang kedua kalinya.
Hari terus berganti hari, Ia hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan sesuatu hal yang berguna. Datanglah kembali kesempatan yang ketiga yang Allah berikan untuknya. Ia mendengar kabar bahwa perusahaan itu sedang mencari karyawan. Siti yang mendengar hal itu langsung mendatangi perusahaan.

Sesampainya di sana, ternyata Ia harus melakukan training selama 3 hari untuk mendalami pekerjaan yang akan dilakukannya. Ia pun mengikuti arahan tersebut karena sudah tidak sanggup jika harus lebih lama berada di rumah.

Masa training sudah terlewati, tiba saatnya melakukan wawancara. Ia ikuti semua alur perusahaan itu, tapi sangat disayangkan. Setelah Ia diterima bekerja. Keesokan harinya Ia tidak hadir bekerja dengan berdalih tidak akan mampu melewati target yang diajukan perusahaan.

Akhirnya, Siti kembali meratapi nasibnya di rumah.

“Gimana? Udah kebayangkan bagaimana Allah murkanya dengan hamba-Nya yang tidak pandai bersyukur? Oleh karena itu, janganlah sesekali kita memalingkan pandangan dari nikmat yang begitu besar yang Allah berikan untuk kita.

No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...