Monday, 4 June 2018

Fenomena Bersyukur_Berburuk Sangka dan Menyerah pada hidup


Perjalanan kehidupan yang dijalani Siti, semakin hari menjadi tak karuan, Pikirannya semakin ruwet, hatinya semakin sesak dan pandangannya juga kosong. Matanya yang memerah memberikan makna penyesalan akan kesalahannya di masa lalu, hatinya kalut dan berprasangka Allah telah meninggalkannya sendiri. Ia menanyakannya dalam hati “Ya Allah mengapa engkau seperti ini padaku, Aku tahu salah tapi janganlah kau perlakukanku sepeti ini. Berikanlah jalanmu agar aku tidak bersangka-sangka kepadamu, ya Allah.” Diulanginya kalimat itu berulang kali. Tanpa sadar, Ia kehilangan arah hidupnya. Setiap hari pemalasan saja yang Ia lakukan. Ia bahkan enggan melakukan hal-hal lainnya. Berbaring dalam tempat tidur saja yang selalu Ia lakukan.

Kabar burung yang selalu ia dapatkan, kini hal itu sudah tidak lagi dihiraukannya. Ia sudah tidak ingin berfikir apa-apa lagi. Dalam benaknya hanya kata menyerah yang terus terngiang.
“Jika aku mati, tak akan mungkin aku harus mengalami ini. Sudah pasti kekacawan ini tak akan lagi aku lalui” gumamnya dalam keheningan malam di kala waktu tidur memanggil.

Sampai kapan aku begini?

Sudah cukup aku menanggungnya, mengapa tak ada jalan lagi untukku?

Aku tak kuasa menahannya lagi…Tuhan kapan ini semua berakhir?

Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Tangannya tak henti-henti mengusap muka yang penuh dengan berlinang air mata itu. Setiap malam Ia tidak bisa beristirahat. Matanya selalu terbangun dan tak mampu untuk menutup.

Kehilangan jati diri adalah hal yang paling menyakitkan baginya. Merasa rendah tentu selalu meliputi setiap langkahnya. Kekuatan dan kesombongan yang dia punya kini sudah tak tertampakkan lagi. Ia hanya berdoa agar Tuhan memaafkannya, jika tidak hal-hal yang mengerikan selalu membayangi pikirannya.

“Apakah kalian semua ingin nasib seperti Siti? Menjalani kehidupan tanpa arah dan pandangan? Jika tidak, apa yang akan kalian lakukan? Akankah kalian menutup mata pada kehidupan yang penuh nikmat? Bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki saat ini, jangan sampai penyesalan menghantui kalian kelak, karena penyesalan itu sangat menyakitkan. Duka cita karena penyesalan tak akan ada obatnya sampai kebahagiaan lain datang menggantikannya.


Selamat menikmati hidup kalian yang cerah ya!

No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...