Saturday, 26 May 2018

Ujian dan Rintangan dari Mu, Aku terima..


Menyerah…kata yang paling umum sering kita ucapkan…

Permasalahan adalah kekacawan yang menghambat kehadiran diri…

Kala hati resah akan pertahanan diri, ujian dan rintangan seakan susah terlewati.
Manakala hati tak sanggup menahan perihnya luka itu, sudah pasti air mata akan jatuh terurai…

Ujian ataupun rintangan hanya awal dari pengembangan hidup. Setelah kita memohon ampun atas kesalahan yang kita perbuat semua itu tak akan berhenti sampai di sana. Tentunya Allah akan menguji kita seberapa tulusnya permohonan ampunan yang kita lakukan. Apakah kita bersungguh-sungguh atau hanya sekedar ucap belaka.

Sebagaimana firman Allah berikut ini:

“Dan sesungguhnya kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa diantara kalian yang melakukan jihad sebenarnya dan siapa yang sabar. Dan kami akan menguji sepak terjang kalian.” (Q.S. Muhammad:31)

Menerima berarti menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya. Menyakini sungguh yakin akan kekuasaan-Nya. Tulus dan ikhlas harus terbarengi karena menerima atau menyakini saja tidaklah cukup tanpa rasa tulus dan ikhlas.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 146 berikut:

“Kecuali mereka yang taubat dan berlaku baik dan berpegang teguh kepada agama Allah, dan melaksanakan agama mereka dengan ikhlas karena Allah. Mereka itulah bersama-sama kaum mu’minin.”  

Semakin kamu bisa menyadari siapa dirimu sendiri berarti kamu sudah bisa berada dalam satu langkah awal yang baik menuju jalan yang lurus.

Ketika kita sudah menyesali perbuatan yang kita perbuat, maka sedikitnya rasa resah, gelisah, gundah yang menggeluti di dalam jiwa kita, satu per satu akan menghilang.

Seperti firman Allah berikut ini:

“Barang siapa yang takwa dan berlaku baik, tidak akan ada khawatir pada diri mereka dan mereka tidak akan berduka cita.” (Q.S. Al-A’raf : 35)

Dengan kita menerima segala ujian dan rintangan itu, berarti kita semakin dekat kepada sang pencipta. Allah pun akan semakin mencintai kita karena kita sudah mencoba untuk memperbaiki diri dan merubah keadaaan.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an sebagaimana berikut:

“Sekiranya mereka beriman dan bertakwa, tentu akan mendapat pahala yang lebih baik dari sisi Allah, sekiranya mereka mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah:103)

“Barang siapa yang takwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberi jalan keluar baginya, dan memberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (Q.S. At-Thalaq:2-3)

Kesempatan yang sudah Allah berikan kepada kita meskipun itu telah menghilang, tentunya Allah akan memberikan kebahagiaan yang lain untuk kita. Janganlah berputus asa, bersedih, berburuk sangka. Entah itu terhadap sesama manusia yang lain ataupun kepada Allah.

“Katakanlah: kesenangan dunia itu hanyalah sebentar dan akhirat lebih baik bagi orang yang taqwa dan kalian tidak akan dianiaya sedikitpun.” (.Q.S. An-Nisa :77)

Oleh karena itu, menerima ujian dan rintangan tidaklah sulit seperti yang kita bayangkan selama ini. Kunci dari permasalahaan itu adalah Bersyukur!!!

Sekali lagi kata bersyukur terus terngiang dalam pendengaran, penglihatan, dan ingatan kita. Semua itu tidak akan berhasil jika kita sama sekali tidak merasakan perasaan tersebut. Oleh karena itu setelah kita mengakui kesalahan yang kita telah perbuat maka tahap selanjutnya yang harus kita lakukan adalah bersyukur.. tidak susah!!! Cobalah!!

Jangan berhenti sebelum mencoba! Jangan menyerah sebelum melangkah! saya berkata seperti ini bukan karena saya ingin kalian mengalami permasalahan ini tetapi saya ingin kalian tidak mengalami hal yang pernah saya alami. saya ingin kalian bisa mengambil pelajaran dari ini semua, terlebih dari pengalaman saya. Sebab saya ingin kalian menjadi pribadi yang lebih baik meskipun saya tahu, saya sendiri pun belum sepenuhnya terkategorikan kandidat baik.

Untuk itu marilah kita sama-sama membenahi diri, mencoba yang terbaik yang bisa kita lakukan sehingga tidak ada lagi kata penyesalan. Kalian pasti pernah mendengar kalimat ini “Kenapa penyesalan itu datangnya belakangan bukan di awal? “ Iya betul! Kalo penyesalah datangnya di awal itu bukan penyesalan namanya karena penyesalan itu sendiri, kita harus merasakan bagaimana sakitnya hati kita, luka yang menyelimuti jiwa kita, sampai rasanya hidup itu tidak ada gunanya lagi sehingga yang bisa dilakukan hanya menyerah dan mengeluh.

Jika kita sudah mengalami salah satu dari itu semua, sudah bisa dipastikan kita masuk ke dalam orang-orang yang menyesali kehidupan yang ia lewati.


Jadi , kapan nih kalian mau mencoba?? Tetap semangat dan optimis ya!




No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...