Menyerah…kata
yang paling umum sering kita ucapkan…
Permasalahan
adalah kekacawan yang menghambat kehadiran diri…
Kala
hati resah akan pertahanan diri, ujian dan rintangan seakan susah terlewati.
Manakala
hati tak sanggup menahan perihnya luka itu, sudah pasti air mata akan jatuh
terurai…
Ujian
ataupun rintangan hanya awal dari pengembangan hidup. Setelah kita memohon
ampun atas kesalahan yang kita perbuat semua itu tak akan berhenti sampai
di sana. Tentunya Allah akan menguji kita seberapa tulusnya permohonan ampunan
yang kita lakukan. Apakah kita bersungguh-sungguh atau hanya sekedar ucap
belaka.
Sebagaimana
firman Allah berikut ini:
“Dan
sesungguhnya kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa diantara kalian
yang melakukan jihad sebenarnya dan siapa yang sabar. Dan kami akan menguji
sepak terjang kalian.” (Q.S. Muhammad:31)
Menerima
berarti menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya. Menyakini sungguh yakin
akan kekuasaan-Nya. Tulus dan ikhlas harus terbarengi karena menerima atau
menyakini saja tidaklah cukup tanpa rasa tulus dan ikhlas.
Allah
berfirman di dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 146 berikut:
“Kecuali
mereka yang taubat dan berlaku baik dan berpegang teguh kepada agama Allah, dan
melaksanakan agama mereka dengan ikhlas karena Allah. Mereka itulah
bersama-sama kaum mu’minin.”
Semakin
kamu bisa menyadari siapa dirimu sendiri berarti kamu sudah bisa berada dalam
satu langkah awal yang baik menuju jalan yang lurus.
Ketika
kita sudah menyesali perbuatan yang kita perbuat, maka sedikitnya rasa resah,
gelisah, gundah yang menggeluti di dalam jiwa kita, satu per satu akan
menghilang.
Seperti
firman Allah berikut ini:
“Barang
siapa yang takwa dan berlaku baik, tidak akan ada khawatir pada diri mereka dan
mereka tidak akan berduka cita.” (Q.S. Al-A’raf : 35)
Dengan
kita menerima segala ujian dan rintangan itu, berarti kita semakin dekat kepada
sang pencipta. Allah pun akan semakin mencintai kita karena kita sudah mencoba
untuk memperbaiki diri dan merubah keadaaan.
Allah
berfirman di dalam Al-Qur’an sebagaimana berikut:
“Sekiranya
mereka beriman dan bertakwa, tentu akan mendapat pahala yang lebih baik dari
sisi Allah, sekiranya mereka mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah:103)
“Barang
siapa yang takwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberi jalan keluar baginya,
dan memberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (Q.S. At-Thalaq:2-3)
Kesempatan
yang sudah Allah berikan kepada kita meskipun itu telah menghilang, tentunya
Allah akan memberikan kebahagiaan yang lain untuk kita. Janganlah berputus asa, bersedih, berburuk sangka. Entah itu terhadap sesama manusia yang lain
ataupun kepada Allah.
“Katakanlah: kesenangan dunia itu hanyalah sebentar dan akhirat lebih baik bagi orang yang taqwa dan kalian tidak
akan dianiaya sedikitpun.” (.Q.S. An-Nisa :77)
Oleh
karena itu, menerima ujian dan rintangan tidaklah sulit seperti yang kita
bayangkan selama ini. Kunci dari permasalahaan itu adalah Bersyukur!!!
Sekali
lagi kata bersyukur terus terngiang dalam pendengaran, penglihatan, dan ingatan
kita. Semua itu tidak akan berhasil jika kita sama sekali tidak merasakan
perasaan tersebut. Oleh karena itu setelah kita mengakui kesalahan yang kita
telah perbuat maka tahap selanjutnya yang harus kita lakukan adalah bersyukur..
tidak susah!!! Cobalah!!
Jangan
berhenti sebelum mencoba! Jangan menyerah sebelum melangkah! saya berkata
seperti ini bukan karena saya ingin kalian mengalami permasalahan ini tetapi
saya ingin kalian tidak mengalami hal yang pernah saya alami. saya ingin
kalian bisa mengambil pelajaran dari ini semua, terlebih dari pengalaman saya. Sebab
saya ingin kalian menjadi pribadi yang lebih baik meskipun saya tahu, saya
sendiri pun belum sepenuhnya terkategorikan kandidat baik.
Untuk
itu marilah kita sama-sama membenahi diri, mencoba yang terbaik yang bisa kita
lakukan sehingga tidak ada lagi kata penyesalan. Kalian pasti pernah mendengar
kalimat ini “Kenapa penyesalan itu datangnya belakangan bukan di awal? “ Iya betul!
Kalo penyesalah datangnya di awal itu bukan penyesalan namanya karena
penyesalan itu sendiri, kita harus merasakan bagaimana sakitnya hati kita, luka
yang menyelimuti jiwa kita, sampai rasanya hidup itu tidak ada gunanya lagi
sehingga yang bisa dilakukan hanya menyerah dan mengeluh.
Jika
kita sudah mengalami salah satu dari itu semua, sudah bisa dipastikan kita
masuk ke dalam orang-orang yang menyesali kehidupan yang ia lewati.
Jadi
, kapan nih kalian mau mencoba?? Tetap semangat dan optimis ya!
No comments:
Post a Comment