Sudah kah kalian memohon ampun?
Pada kehidupan dunia ini, tentunya kita sering membuang rezeki yang
datang kepada kita. Entah kita tidak mengetahuinya atau memang kita tak
terfikirkan atas rezeki yang pernah kita terima.
Sebagaimana firman Allah berikut ini :
“Dan sungguh, kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan kami angkut
mereka di darat dan di laut, dan kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik
dan kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang kami ciptakan dengan
kelebihan yang sempurna.” (Q.S. Al-Isra:70)
Terkadang kita hanya terpusat dengan apa yang ada dalam benak kita.
Tanpa kita sadari kita melupakan nikmat yang kita rasakan saat ini.
Semakin kuat keinginan kita akan hal yang belum kita capai maka
semakin kita kufur akan nikmat tersebut. Sampai jauh jarak kita terhadap Allah
dan bahkan kita jarang berdoa dan berzikir kepadanya.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Ghafir ayat 60
sebagaimana berikut:
“Dan Tuhan-Mu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku
perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku
akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.”
Hidup kita telah dihiasi dengan nikmat dunia yang fana. Segala hal
di depan mata telah membutakan hati kita. Semakin kita memikirkan dosa yang
pernah kita lakukan, maka hati mungkin semakin tak tenang. Bukti kuat keadaan
kita semakin terpuruk.
Kita yang hanya sebagai manusia biasa tentu akan kehilangan arah
dan tujuan. Hati bagaikan tenggelam di dalam air yang penuh dengan kotoran.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 74 sebagai
berikut:
“Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan
kepada-Nya? Allah maha pengampun, maha penyayang.”
Semakin hari, kita selalu melewatkan nikmat yang diberikan. Sudah pasti
tak dapat diampuni lagi oleh Allah. Saat kita diberi kenikmatan tersebut
justru kita malah membuangnya demi mendapatkan sesuatu yang bahkan belum kita
dapatkan. Semua bayangan itu hanya berada dalam angan-angan .
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Araf:56)
Sampai akhirnya Allah menguji kita dengan cobaan yang kita sulit
menjalaninya. Mungkin Allah hanya ingin kita sadar akan kekuatan kita, yang
semestinya menunjukkan rasa syukur itu bukan sebaliknya.
Jika kita menyadari hal itu, sudah tentu Allah akan memberikan
maaf kepada kita. memohon ampunan-Nya dengan penuh harap dan penuh keikhlasan.
Beristigfar dan bertobat tidak akan mengulanginya. Sungguh, jika kita berfikir
tentunya kita akan menyadari bahwasanya pada hari kiamat kita bukanlah apa-apa
dan akan kembali kepada-Nya sebagai makhluk yang tidak bersyukur.
Sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur'an surah Mujadilah ayat 6 berikut:
“Pada hari ketika mereka semuanya dibangkitkan Allah , lalu
diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah
menghitung-Nya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan
Allah maha menyaksikan segala sesuatu.”
Oleh karena itu, berhentilah mengeluh atas nikmat yang telah kita
dapatkan, bertaubat akan segala kesalahan yang diperbuat dan berusaha keras
serta bertekad tidak akan mengulangi perbuatan yang hanya akan membuat kita
menjadi manusia yang kufur akan nikmat Allah.
Jadi, kapankah kamu akan memohon ampun?
No comments:
Post a Comment