Aku termenung dalam malam sunyi yang
menghembuskan angin riuh. Seketika aku teringat akan dia yang masih ku rindu. Lalu
aku membuka kotak yang sudah 5 tahun tak pernah aku sentuh sedikitpun. Ku ambil
sebuah lukisan beserta gelang yang masih terbungkus rapih di dalam sebuah
wadah.
Aku mulai membuka pembungkus itu dan ku
pandangi lukisan wajah yang begitu mirip dengan ku. Lalu aku baca sebuah
tulisan yang berada di belakang lukisan itu berulang kali. Saat membacanya tak
ada sedikitpun rasa bosan menghampiriku.
Kemudian aku pakai gelang itu, gelang yang
masih melambangkan perasaan dan hatiku. Masih terngiang dalam ingatanku saat
dia berkata padaku sebuah kata yang begitu indah, kata yang menembus relung
hatiku yaitu kata bahwa gelang ini sebiru dan seindah cintanya.
Kalimat itu membuatku terbang menembus awan. Seakan
waktu berhenti bersamaan detak jantungku. Tiba-tiba aku mulai membayangkannya
dalam pikiranku, saat pertama kali kami bertemu dan memadu kasih.
*****
Hari itu, aku sedang bekerja di sebuah Butik Busana
Wanita di sebuah Mall ternama. Saat aku sedang menyapa para pelanggan yang
masuk ke toko ku, datanglah sesosok pria bersama kedua orang tuanya masuk
kedalam tokoku. Kebetulan saat itu, ibunya sedang mencari syal untuk di
pakainya.
Kedua orang tuanya masuk kedalam dan memilih-milih
syalnya. Tetapi pria ini kembali keluar dan tidak masuk kedalam, dia justru
menghampiriku dan langsung menanyakan siapa namaku.
“Mba, maaf nih kalo boleh saya tahu, namanya
siapa ya?” ucapnya dengan lantang
Tanpa pikir panjang aku langsung menyebutkan
namaku. “Nama saya siti, Mas” Jawabku. “ Lalu mas sendiri namanya siapa ya?”
(sambungku)
“oh nama saya kattar …“ jawabnya sambil
menggaruk-garukkan kepalanya seakan tersipu malu.
Kami pun langsung berbincang-bincang lamanya ,
entah kenapa aku cocok saat berbicara dengannya. Aku merasa ada chemistry di
antara kita berdua. Munkin ini hanya sekedar perasaanku saja. Aku tidak tahu
kalau ia pun merasakan hal yang sama. Saat itu supervisor sedang berada di toko
ku sehingga aku menyudahi percakapan dengannya karena takut terkena tegurannya.
Kedua orang tuannya pun selesai berbelanja di tempatku.
Kemudian ia pun pergi mengikutinya. Tapi aku merasa malu saat dia melambaikan
tangannya kepadaku dan berucap “Dah…sampai bertemu lagi!”
*****
2 hari berlalu, hari di mana toko ku
mendapatkan pengunjung yang begitu banyak hingga aku merasa kewalahan. Saat itu
aku melihat ke arah escalator dan ternyata dia sedang memperhatikanku. Aku begitu
malu dan langsung berpura-pura menyibukkan diri sehingga dia bisa merasakan
bahwa aku tak memperhatikannya.
Setelah lama berselang , aku selesai melayani
para pelanggan. Kemudian aku melihat ke arah tempat ia berdiri tapi dia sudah
tidak ada di sana. Entah rasa apa yang menggelutiku ketika ia pergi. Rasa kehilangan
pun menghantuiku sehingga aku terus memikirkannya dan tidak bisa fokus dalam
pekerjaannku.
*****
Malam berselang, waktunya aku untuk pulang
beristirahat. Aku pun berjalan menuju halte bus yang biasa mengantarkanku
kembali ke rumah. Saat aku berjalan tiba-tiba sebuah mobil mendekatiku. Aku merasa
takut sehingga aku berjalan lebih cepat. Akan tetapi, mobil itu membunyikan
klakson dan seseorang yang mengendarainya, membuka kaca mobilnya. Lalu dia memanggil
namaku: “hei… Siti”
Aku yang sedang berjalan setengah lari, lalu
berhenti sejenak dan menoleh ke arahnya. Aku kaget bukan kepayang mendapati
ternyata ia Kattar. Pria yang rasanya tengah aku sukai. Ia pun keluar dari
mobilnya menghampiri ku. Entah perasaan apa yang melambai-lambai dalam hatiku,
jantungku pun seakan berdegup dengan kencangnya.
“Hei… kamu pulang sendiri?” tanyanya
“Ia aku pulang sendiri, ini lagi mau jalan ke
halte bus” jawabku terbata-bata
“Ayo…ikut denganku…” Bujuknya sambil mencoba
menggenggam tanganku.
Aku pun menepis tangannya sembari berkata” Tidak..terima
kasih, saya lebih suka naik bus”
Yakin tidak mau ikut?...baiklah bolehkah ku
meminta nomormu?” sambungnya sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.
“Iya aku sungguh yakin (menyakinkannya) oh
boleh,, “
aku lalu menyebutkan nomor hp ku kepadanya dan
dia menyimpan nomorku di dalam hpnya.
Kemudian dia mengantarku menuju halte bus. Tak lama
setelah menunggu, bus yang kunantikan pun datang. Lalu aku menaikinya. Entah apa
yang dia katakan saat aku di dalam bus karena aku tidak bisa mendegarnya dari
dalam, yang pasti aku sangat senang hari itu.
*****
Setelah hari itu, kami selalu berkirim pesan
singkat bahkan tak jarang melakukan panggilan video. Semakin hari kami semakin
dekat. Mungkin kami sudah saling merasakan kasih sayang yang tumbuh di dalam
hati. Saat aku pulang kerja kudapati dia
sudah menungguku di halte dengan kedua tangannya memegang sesuatu bungkusan. Lalu
aku menghampirinya, dia kemudian menanyakan kabarku dan seketika itu memberiku bungkusan itu. Dia
berkata itu adalah hadiah untukku. Bungkusan yang pertama itu sungguh besar dan yang kedua sangat
mungil. Aku tidak membayangkan apa isinya. Sesampainya dirumah aku membukanya
dan aku sangat terkejut bahagia dengan isi yang ada di dalamnya. Aku merasa
bersyukur karena dia ada disampingku saat itu.
*****
Sampai hari di mana aku mendapat kabar dari
atasanku bahwa aku dipindahkan jauh dari rumahku. Aku dipindahkan ke toko yang
mallnya lebih besar dan aku dipindahkan kesana untuk hari esoknya. Lalu aku tertegun
dan berfikir mungkin akan sulit untuk bertemu dengannya karena jarak yang
begitu sangat jauh. Lalu aku mengabarinya dan dia mengetahui hal itu tapi dia
memberiku semangat dan berjanji padaku setiap akhir pekan ia akan berkunjung
kesana. Aku pun lega mendengar kalimat yang ia sampaikan kepadaku.
*****
malam itu, bus yang kutunggu tidak
datang-datang. Aku pun bingung bagaimana caranya untuk pulang. Malam semakin larut, aku sudah mulai
kebingungan entah mengapa aku tidak bisa untuk mengabarinya karena aku takut
akan mengganggu waktunya beristirahat.
Saat aku masih berdiri mondar-mandri di halte
bus. Sesorang menggunakan motor datang menyapa ku. Ia melepas kaca dihelm yang
ia pakai. Aku langsung mengenalinya meskipun kami tidak begitu dekat. Ia langsung
mengajakku pulang bersamanya, tanpa pikir panjang aku langsung meng-iyakannya
karena aku tidak mau berdiam di halte sampai pagi. Aku pun pulang dengan
selamat.
*****
Bebepara hari kemudian aku mendapat telepon dari kattar. Saat
itu aku sudah bekerja di tempat yang baru. Lalu ia menanyakan secara rinci
mengenai aku pergi dengan arya, aku pun menjelaskan kepadanya tapi dia tetap
marah karena arya adalah musuhnya yang sangat ia benci. Ternyata hari esok setelah
aku diantarnya, mereka berdua bertengkar hebat. Ia pun akhirnya menceritakan
apa yang terjadi pada mereka dan entah bagaimana kami pun akhirnya memutuskan
hubungan.. kami langsung lost contact sebenarnya kalau dipikirkan hal itu
begitu sepele. Aku menerima tumpangan dari pria lain karena bus yang ku tunggu
tak kunjung datang.
*****
3 bulan lamanya, ia pun menelepon ku kembali,
ia memintaku untuk kembali seperti dulu. Tapi karena aku egois aku pun tidak
menghiraukan permintaanya. Ia mengajak ku bertemu tapi aku tidak mau. Sampai akhirnya
dia pun menyerah. Kami tak berhubungan sedikitpun. Tak ada chat atau telepon
masuk lagi darinya. Sungguh itu adalah hal yang sangat aku sesali dalam
hidupku. Aku pun membayangkannya penuh dengan luka dalam hati. Rasanya hatiku
teriris saat mengingatnya.
*****
Ketika aku masih membayangkan kejadian masa lalu
itu, tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari kattar. Aku sungguh kaget, setelah
sekian lamanya kami lost contact. Ia sekarang mengubungiku lagi. Aku akhirnya
mengangkat teleponnya , kami pun saling menanyakan kabar dan berbincang-bincang
banyak hal karena sudah lama tidak saling berbagi cerita. Sampai di penghujung
teleponnya , ia menanyakan ku apakah aku berkenan bertemu denganya. Tetapi sekali
lagi keegoisanku menghancurkanku. Aku menolak pertemuan itu dengannya. Kattar pun
akhirnya menutup teleponnya.dan aku sedih dalam kesendirian.
*****
2 minggu sejak ia menelepon. Aku pun penasaran
dengan apa yang terjadi padanya. Akhirnya aku pergi ke warung internet untuk
melihat profilnya di facebook karena saat kami saling mengenal, kami selalu
berbagi cerita di Facebook bersama.
Setelah aku sampai di sana, aku langsung
membuka akun profilnya. Aku terdiam sangat lama, aku sungguh kaget dan sedih
karena kudapati dia mempost kan foto pernikahannya dengan wanita lain. Saat itu
aku sudah tidak bisa berfikir lagi. meski begitu, aku masih bisa untuk mengirimkan
komentar di bawah fotonya dengan kalimat “semoga kalian hidup dalam kebahagiaan
dan saling mencintai sampai akhir hayat yang memisahkan kalian”. Setelah mengirim
kalimat itu, aku langsung melog out akun dan pulang dengan kehampaan hati. Ketika
berjalan rasanya ada yang hilang di dalam diriku. Berjalan dengan pandangan
kosong dengan menahan air mata yang sudah tidak bisa terbendung lagi.
Sesampainya dirumah,, aku masuk kedalam kamar dan mengunci pintu dan
menangis tersendu-sendu. Ku sesali yang ku perbuat dan menyesali semua hal yang
telah terjadi, karena apa yang ia ucapkan tak sebiru gelang yang bersinar ini…
No comments:
Post a Comment