Thursday, 31 May 2018

Memaknai Kandungan Ayat Al-Qur'an


Al-Qur'an adalah pedoman hidup bagi setiap Umat Muslim di dunia. Al-Qur'an adalah petunjuk yang langsung Allah turunkan melalui firman-Nya. Al-Qur’an adalah pedoman yang harus di taati oleh setiap manusia yang beriman kepada Allah SWT. Karena pada hari kiamat nanti Ia akan datang sebagai pembela bagi siapa saja yang mempelajari, mengamalkan dan mentaatinya.

Sebagaimana di riwayatkan dari Hadist Muslim berikut ini:
“Abu Umamah r.a berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: Bacalah Qur’an karena Ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela pada orang  yang mempelajari dan mentaatinya."

Dengan memaknai arti bersyukur, itu berarti kita sudah menjalankan salah satu firman-Nya di dalam Al-Qur’an. Dengan bersyukur kita mampu menjaga diri dari hal-hal yang tidak Allah sukai. Membaca dan memaknai arti yang terkandung di dalamNya akan menjadikan hati kita tentram dan merasa tenang. 

Manusia yang jauh dari membaca Al-Qur’an dan mempraktekannya, Ia senantiasa merasa gelisah, tidak tenang hatinya serta kehilangan arah dan tujuan hidup.

Dengan kita menghiraukan keberadaan Al-Qur’an, sudah tentu pada hari Kiamat kita tidak memiliki penolong sama sekali, karena Al-Qur’an hanya akan menolong siapa saja yang mentaati dan mempraktekkannya.

Apakah kalian sudah pernah mengalami kikuk atau terbata-bata membaca Al-Qur’an setelah lama tidak membacaNya?

Iya, hal itu berlaku bagi mereka yang enggan untuk membaca Al-Qur’an. Saat di tanya sudah hatam berapa kali? Pasti bingung untuk menjawabnya kan? 

Jika kita sering membaca Al-Qur’an, tentunya nafas yang sebelumnya terengah-engah dan sangat pendek akan membuat nafas tersebut menjadi kuat dan panjang ketika kita membacanya.

Selain itu, Al-Qur’an juga melatih kekuatan vita suara kita sehingga bagi mereka yang seorang penyanyi sekali pun akan menjadi bagus suaranya.
Seriusan?
Masa iya sih?
Itu betul adanya, coba kalian perhatikan baik-baik, mereka penyanyi muslim atau pun seorang qiro’at. Bagaimana suaranya? Merdu sekali bukan?
Bagaimana mereka bisa seperti itu? Sudah tentu karena mereka sering membaca Al-Qur’an tersebut. Dengan sering membaca dan menghafalkan isi yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Hal ini banyak mendatangkan manfaat dan hidayah bagi setiap mereka yang membacanya.

“Aisyah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mahir dalam membaca Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulya-mulya taat. Sedang orang yang megap-megap dan berat membaca Qur’an, mendapat pahala lipat dua kali. (Buchary,Muslim)

 Oleh karenanya, marilah menjaga dan mempelajari selalu Al-Qur’an agar kita terhindar dari azab Allah SWT. Dengan begitu, kita sudah memaknai sedikitnya rasa syukur terhadap nikmat petunjuk yang Allah berikan serta mendekatkan diri kepada-Nya.

Coba bayangkan oleh kalian, bagaimana jika kita di posisi para jahiliah duhulu? Sudah tentu kita akan menjadi manusia yang tersesat tanpa arah. Hati kosong bagaikan lautan tanpa ujung. Mereka kehilangan arah hidup dan buta akan agama Allah SWT.

Seperti Hadist Buchary, Muslim berikut :
“Abu Musa r.a berkata: Bersabda Nabi Muhammad SAW. Rawatlah (jagalah) benar-benar Qur’an ini, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, Qur’an lebih cepat terlepasnya dari pada Unta dari tali ikatnya.”

Na’udzubillahimindzalik……kaum Muslimin dan Musliman di mana pun kalian berada. Marilah, kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar kita bisa masuk ke dalam golongan orang-orang yang di selamatkan dan dilindungi oleh Al-Quran.

Amin….

No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...