Kata
rendah hati sering kali dikait-kaitkan dengan makna bersyukur. Seseorang yang
bersyukur atas apa yang dia miliki sejatinya memiliki kerendahan hati ini.
Allah
berfirman di dalam Al-Qur’an surah Furqan ayat 63 sebagaimana berikut:
“Adapun
hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di
bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan
kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,”
Rendah
hati adalah sebuah kata yang menggambarkan seseorang yang merasa dirinya tidak
pintar, mahir, hebat dan juga sangat menghargai orang lain. Rendah hati juga
merupakan indikator bahwa seseorang itu memiliki tingginya kecerdasan
spiritual.
Setiap
manusia diciptakan dengan sangat spesial memiliki ciri yang unik dan beragam
sikap serta sifat. Seseorang yang memiliki sifat rendah hati, tidak selalu
harus terkategorikan berprilaku lemah lembut. Mereka yang berprilaku biasa saja
terkadang juga memiliki sifat seperti ini, hanya cara menyampaikannya sedikit
berbeda dari penafsiran tentang rendah hati tersebut. Mereka memiliki cara
sendiri dalam memaknai kata rendah hati ini.
Setiap
manusia yang memiliki kerendahan hati sudah tentu memiliki kebahagiaan dan
kedamaian jiwa, mereka memiliki rasa mengagumi dan mengapresiasi kelebihan
orang lain. Mau dalam mendengar pendapat, saran dan kritik orang lain.
Mereka
yang memiliki sifat ini juga tidak mudah berfikir negatif. Memiliki rasa tanggungjawab
yang tinggi, berani mengakui kesalahan dan minta maaf dengan tulus. Karena mereka
memiliki pribadi yang rendah hati. oleh karenanya, mereka perduli dengan
perasaan orang lain.
Kesadaran
dan keterbatasan akan kemampuan diri, menjadikannya jauh dari perasaan menjadi
orang yang sempurna dan terhindar dari setiap bentuk kesombongan serta keangkuhan.
Sebagaimana
firman Allah berikut:
“Dan
jangan engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau
tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.”
(Q.S. Al-Isra: 37)
Makna
rendah hati juga mendorong sikap realistis, membuka diri untuk terus belajar
hal baru yang tidak diketahui, memelihara sikap tenggang rasa, kesederhanaan,
penuh rasa syukur dan ikhlas dalam menjalin kehidupan.
Kemudian, rendah hati juga memiliki makna lain tersendiri bagi seseorang seperti merendahkan diri dan menutup diri, tetapi dari kesemuanya itu, Ia juga aktif
mendengarkan, berbagi dan berempati sehingga tumbuh dan terjalin hubungan
harmonis antara dua belah pihak.
Allah
berfirman: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang
mengikutimu.” (Q.S. Asy-Syuara:215)
Mereka
yang mempunyai sifat ini cenderung mampu menyesuaikan emosi dan egonya sehingga bisa menempatkan diri terhadap kondisi lawan bicara juga menerima segala kekurangan
orang lain
Saat
kita memahami makna rendah hati dalam konteks bersyukur. sudah tentu, kita akan
mengetahui kesalahan dan berusaha menutupi kekurangan. Mensyukuri nikmat yang ada,
tidak merasa takut membuat kesalahan karena saat melakukan kesalahan
langsung mengakui kesalahan tersebut.
Allah
berfirman di dalam Al-Qur’an berikut ini:
“Negeri
akhirat itu kami jadika bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan
tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang
yang bertakwa.” (Q.S. Al-Qashash: 83)
Sebagai
manusia yang jauh dari sifat yang rendah hati ini, ada baiknya kita lebih
berusaha menghindari perkataan yang mengarah pada kesombongan seperti bangga
terhadap prestasi yang sudah kita raih, lebih berhati-hati dalam bicara,
sesekali memberikan penghargaan terhadap bakat dan kualitas orang lain
Kemudian,
hal terpenting dalam mensyukuri nikmat yang kita miliki adalah berhenti
membandingkan diri sendiri dengan orang lain, jangan takut terhadap penilaian
orang lain karena kita lebih tahu kekurangan sendiri, carilah seseorang atau
apa pun yang mampu membimbing kita, hal itu bisa berupa sebuah tulisan dalam
buku atau bisa juga dari jasa bimbingan orang lain
Sebagai
makhluk yang memiliki rasa syukur dan rendah hati maka akan tercipta rasa ingin
membantu orang lain, sering kali mereka lebih mendahulukan orang lain
dibandingkan dirinya sendiri.
memuji
orang lain adalah hal yang patut kita lakukan sesekali. karena itu, akan berguna dalam melatih
kerendahan hati kita. Fokus pada hal positif yang membangun dari pada mencari-cari
kekurangan orang lain.
minta
maaf adalah hal yang menurut saya pribadi sangat sulit. Menjadi pribadi yang
pemaaf adalah hal yang rumit bagi mereka yang belum bisa menurunkan ego
masing-masing. Dengan lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara, hal ini
sudah membangkitkan rasa keingin tahuan kita.
Berlatih
lemah lembut mungkin agak sulit ya di awal, karena butuh keikhlasan dan
kesabaran. Dengan kita mendekatkan diri kepada sang pencipta dapat menumbuhkan
rasa cinta dan syukur yang teramat
dahsyat.
“Rendah
hati mencerminkan makna bersyukur,,
Kerendahan
hati mencirikan kesederhanaan,,
Sampai
hati mendekap pada sang Ilahi…” (S4)
No comments:
Post a Comment