Sunday, 20 May 2018

KENAPA SIH MESTI IRI HATI?


Pernah gak sih kalian ngalamin yang namanya sakit hati? Mungkin sakit hati ditinggalin pasangan sering kali ya hehe…

Tapi balik lagi nih, sakit hati kali ini yang ingin saya bahas adalah penyakit hati yang ada di dalam hati kalian nih, teman-teman. 

Pernah gak sih kalian ngerasa iri sama temen kalian? Iri sama mereka yang bergelimang harta? iri sama dia yang dapat promosi jabatan misalnya? mungkin, iri sama mereka yang sudah bisa beli rumah, mobil atau semacamnya? Atau iri karena belum dapat jodoh sampai sekarang? hehe…

Sudah pasti kebanyakan iri hati merupakan hal yang lumrah ya dikalangan remaja ataupun orang dewasa.

tentunya, kita terkadang iri sama mereka yang diberikan kenikmatan lebih oleh Allah SWT. Lalu kita merasa tidak senang atas kenikmatan yang mereka dapatkan apalagi kita tidak bisa sama bahkan lebih dari yang mereka dapatkan.

Sifat iri hati ini harus kita jauhi, karena dapat menyebabkan seseorang bersifat buruk seperti tamak, egois, serakah dan rakus.

Sebagaimana firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 32 berikut:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena ) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu.”

Dari ayat di atas, menggambarkan bahwa sifat ini berasal dari kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. ini juga bisa membuatnya menyimpang dari ajaran Allah dan memiliki sifat tercela. Kita tidak menyadari bahwa setiap manusia itu sudah memiliki kenikmatannya masing-masing sesuai kehendak dan ketetapan Allah .

Sifat iri hati ini bisa menjauhkan diri kita dari kebaikan yang pernah kita lakukan sehingga kebaikan tersebut jadi tidak bermanfaat. Kalian gak mau dong kalo sudah berbuat baik tapi kebaikan yang kita lakukan jadi tidak berguna? Dan amalan kita tidak diterima oleh Allah ?

Menimbang permasalahan ini ternyata Rasulullah SAW telah lebih dahulu menjelaskannya di dalam sabdanya sebagai berikut:

“Jauhilah dirimu hasad (dengki) karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti halnya api memakan kayu bakar. “ (H.R. Abu Daud).

Selain itu, iri hati juga berpengaruh buruk pada diri kita karena dapat merusak jiwa, iman, islam dan ketakwaan kita kepada Allah. hal ini pun telah dijelaskan oleh Hadist sebagai berikut :

“Dengki itu merusak iman sebagaimana jadam (racun) merusak madu.” (H.R. Addailami)

Iri hati bisa mengakibatkan pertikaian, perselisihan, permusuhan sehingga mengakibatkan hidup seseorang jadi rusak, gelisah, dan tidak bisa hidup dengan tenang serta juga bisa merusak hati dan mental seseorang yang mengakibatkan orang lain menilai diri kita jelek atau buruk.

Iri hati yang dapat merusak iman dan memutuskan persaudaraan dan juga menghapus seluruh amal kebaikan kita . Hal ini telah dijelaskan dalam Hadist sebagamana berikut:
"Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi Muhammad SAW: Awaslah kamu daripada dengki (hasud), karena hasud itu akan memakan semua amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. " (HR . Abu Dawud) 



Jika kita percaya dan yakin kepada Allah SWT dan rida akan ketentuan-Nya maka kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang bersyukur atas karunia yang diberikan kepada kita.

Dalam hal ini Allah telah menjawab pada salah satu firman-Nya di dalam AL-Qur’an surah At-Taubah ayat 59 sebagai berikut:

“Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasulnya, dan berkata, ‘cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah “

Lalu untuk apa kita berkecil hati dan memperbanyak iri hati karena sejatinya bersabar adalah kunci dari segala permasalahan yang kita hadapi. dengan sabar maka rasa iri, dengki, benci, dan sejenisnya tidak akan muncul dalam benak kita karena kita percaya bahwa kita sudah memiliki rezeki dan jalan hidup masing-masing.

Hal ini juga telah dijelaskan melalui firman Allah didalam Al-Qur’an surah Al-Kahfi ayat 28 berikut:
“Dan bersabarlah engkau ( Muhammad ) bersama orang yang menyeru Tuhan-Nya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya.” (Q.S. Al-Kahfi : 28)

Lalu pantaskah iri hati menggelutimu ?


No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...