Pernah gak sih kalian
ngalamin yang namanya sakit hati? Mungkin sakit hati ditinggalin pasangan
sering kali ya hehe…
Tapi balik lagi nih,
sakit hati kali ini yang ingin saya bahas adalah penyakit hati yang ada di
dalam hati kalian nih, teman-teman.
Pernah gak sih kalian ngerasa iri sama
temen kalian? Iri sama mereka yang bergelimang harta? iri sama dia yang dapat
promosi jabatan misalnya? mungkin, iri sama mereka yang sudah bisa beli rumah,
mobil atau semacamnya? Atau iri karena belum dapat jodoh sampai sekarang? hehe…
Sudah pasti kebanyakan
iri hati merupakan hal yang lumrah ya dikalangan remaja ataupun orang dewasa.
tentunya, kita
terkadang iri sama mereka yang diberikan kenikmatan lebih oleh Allah SWT. Lalu kita
merasa tidak senang atas kenikmatan yang mereka dapatkan apalagi kita tidak
bisa sama bahkan lebih dari yang mereka dapatkan.
Sifat iri hati ini harus kita jauhi, karena
dapat menyebabkan seseorang bersifat buruk seperti tamak, egois, serakah dan
rakus.
Sebagaimana firman
Allah SWT didalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 32 berikut:
“Dan janganlah kamu
iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak
dari sebagian yang lain. (Karena ) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa
yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang
mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.
sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu.”
Dari ayat di atas, menggambarkan bahwa sifat ini berasal dari kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. ini juga bisa membuatnya menyimpang dari ajaran Allah dan memiliki sifat tercela. Kita
tidak menyadari bahwa setiap manusia itu sudah memiliki kenikmatannya masing-masing sesuai kehendak dan ketetapan Allah .
Sifat iri hati ini
bisa menjauhkan diri kita dari kebaikan yang pernah kita lakukan sehingga
kebaikan tersebut jadi tidak bermanfaat. Kalian gak mau dong kalo sudah berbuat
baik tapi kebaikan yang kita lakukan jadi tidak berguna? Dan amalan kita tidak
diterima oleh Allah ?
Menimbang
permasalahan ini ternyata Rasulullah SAW telah lebih dahulu menjelaskannya
di dalam sabdanya sebagai berikut:
“Jauhilah dirimu
hasad (dengki) karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti halnya
api memakan kayu bakar. “ (H.R. Abu Daud).
Selain itu, iri hati
juga berpengaruh buruk pada diri kita karena dapat merusak jiwa, iman, islam
dan ketakwaan kita kepada Allah. hal ini pun telah dijelaskan oleh Hadist
sebagai berikut :
“Dengki itu merusak
iman sebagaimana jadam (racun) merusak madu.” (H.R. Addailami)
Iri hati bisa mengakibatkan
pertikaian, perselisihan, permusuhan sehingga mengakibatkan hidup seseorang
jadi rusak, gelisah, dan tidak bisa hidup dengan tenang serta juga bisa merusak
hati dan mental seseorang yang mengakibatkan orang lain menilai diri kita jelek
atau buruk.
Iri hati yang dapat
merusak iman dan memutuskan persaudaraan dan juga menghapus seluruh amal kebaikan kita . Hal ini telah dijelaskan dalam Hadist sebagamana berikut:
"Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi Muhammad SAW: Awaslah kamu daripada dengki (hasud), karena hasud itu akan memakan semua amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. " (HR . Abu Dawud)
"Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi Muhammad SAW: Awaslah kamu daripada dengki (hasud), karena hasud itu akan memakan semua amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. " (HR . Abu Dawud)
Jika kita percaya dan
yakin kepada Allah SWT dan rida akan ketentuan-Nya maka kita termasuk kedalam
golongan orang-orang yang bersyukur atas karunia yang diberikan kepada kita.
Dalam hal ini Allah
telah menjawab pada salah satu firman-Nya di dalam AL-Qur’an surah At-Taubah
ayat 59 sebagai berikut:
“Dan sekiranya mereka
benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan
Rasulnya, dan berkata, ‘cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan
memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. sesungguhnya kami orang-orang
yang berharap kepada Allah “
Lalu untuk apa kita
berkecil hati dan memperbanyak iri hati karena sejatinya bersabar adalah kunci
dari segala permasalahan yang kita hadapi. dengan sabar maka rasa iri,
dengki, benci, dan sejenisnya tidak akan muncul dalam benak kita karena kita
percaya bahwa kita sudah memiliki rezeki dan jalan hidup masing-masing.
Hal ini juga telah
dijelaskan melalui firman Allah didalam Al-Qur’an surah Al-Kahfi ayat 28
berikut:
“Dan bersabarlah
engkau ( Muhammad ) bersama orang yang menyeru Tuhan-Nya pada pagi dan senja
hari dengan mengharap keridaan-Nya.” (Q.S. Al-Kahfi : 28)
Lalu pantaskah iri
hati menggelutimu ?
No comments:
Post a Comment