Monday, 21 May 2018

LAPANG DADA KAH AKU INI?


Tak habis-habisnya kata syukur selalu berkaitan dengan kehidupan kita. Kehidupan yang terus menggeluti setiap kali kita bernafas dan menikmati waktu yang tersisa di dunia ini. Mana kala habis waktu kita di dunia, selesai lah sudah perjalanan yang kita lalui selama ini. Rasa resah, gundah, takut, lemah dan yang menyerupainya , pasti akan sirna berlalu pergi bersama jasad kita di bumi ini.

Kalau kita berfikir akan nikmat yang diberikan, apa pernah merasa hidup penuh ketenangan? Pernahkah merasakan kedamaian?

Tak sedikit dari kita mungkin jarang merasakan ketenangan, apalagi saat kita menghadapi perubahan hidup yang kian meningkat, perubahan zaman dan kekesalan akan tingkah laku orang lain kepada kita.

Ketika orang lain menyakiti kita, atau saat kita tidak menerima keadaan yang mengharuskan kita menerima perubahan. Sudah tentu di dalam hati ini bergelimang rasa resah yang sulit terobati. Kekacauan pun akan meningkat kedalam pikiran kita. Semua pandangan didepan mata jadi terhalang.

Jika kita memaknai arti berlapang dada sesungguhnya. Maka segala rasa resah yang tumbuh dalam hati kita akan hilang. Kekacauan, kekeliruan, itu semua tidak akan menghampiri kita jika kita sudah memiliki hati yang berlapang dada. Apapun yang terjadi tidak akan membuat hatinya sempit dan menyesal.

Masih ingatkah kalian tentang kisah Nabi Isa as?

Tentu sedikitnya kalian pernah mendengarnya bukan?

Nabi Isa as dilahirkan oleh Maryam tanpa seorang Bapak.  Ia adalah seorang Rasul (utusan Allah) yang termasuk kedalam Ulul-‘Azmi. Beliau merupakan tanda bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.  

Diriwayatkan dalam Hadist Qudsi :
“Waha ‘Isa! Pasti aku bangkitkan setelah kamu satu umat. Apabila mereka peroleh yang mereka sukai, mereka memuji Allah dan bersyukur. Apabila mereka peroleh yang mereka tidak senangi, mereka tetap tekun dan sabar. Padahal mereka tidak berlapang dada ataupun berilmu. Isa berkata: ‘Ya Robbi ! bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi kepada mereka padahal mereka tidak berlapang dada ataupun berilmu?’ Allah SWT berfirman : ‘Ilmu dari sebagian sifatku.” (HQR. Ahmad, Thabarani dalam Al-Kabir, Al-Ausath dan Al-Hakim, Abu Na’im, Hakim dan Baihaqi yang bersumber dari Abid-Darda)

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa setelah periode beliau, akan dilahirkan suatu umat yang apabila memperoleh kenikmatan, mereka bersyukur tapi jika mereka mengalami kesulitan mereka tetap ikhlas dan sabar.

Umat ini memiliki keistimewaan dari Nabi Muhammad SAW. Yang disebutkan didalam Al-Qur’an sebagai berikut:
“Kalian adalah umat yang paling baik yang dilahirkan untuk kepentingan manusia, menyuruh mengerjakan yang benar dan melarang mengerjakan yang salah, serta beriman kepada Allah.” (Q.S Ali-Imron : 110)

Digambarkan oleh Allah umat ini memiliki satu segi positif yaitu bersyukur dan bersabar tapi di sisi lain umat ini memiliki sifat negatif yaitu tidak berlapang dada dan tidak berilmu. Namun kekurangan dari sifat-sifat ini tidak menghalanginya karena Allah memberikan karunia dan rahmatnya berupa ilmu pengetahuan.

Sifat lapang dada dan berilmu tidak bisa kita miliki dengan begitu mudahnya, sifat ini kita dapatkan dari suatu proses latihan dan pembelajaran dalam memperdalam ilmu yang telah dijelaskan bahwa ilmu merupakan sebagian dari sifat Allah SWT.

Allah mengajarkan apa saja hal-hal yang belum kita ketahui. Ini ditunjukkan dengan salah satu firmannya dalam salah satu ayat sebagaimana berikut:
“Dan Dialah yang mengajarkan tentang yang belum engkau ketahui, dan karunia Allah yang dilimpahkannya kepada kamu sangatlah besar.” (Q.S An-Nisa :113)

Dengan kita mengetahui bahwa Allah mengajarkan kita agar menjadi pribadi yang berlapang dada. Maka, apakah sama seseorang yang telah mengetahui firman Allah ini dengan mereka yang tidak mengetahuinya?

Hal ini pun telah diterangkan di dalam Al-Qur’an sebagaimana berikut:

“Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui?” (Q.S Az-Zumar:9)

“Dan orang-orang yang mendalami ilmunya berkata: “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an ), semuanya dari tuhan kami” (Q.S Ali-Imran : 7)

“Tetapi diantara orang-orang yang mendalami ilmunya diantara mereka dan kaum Mu’minin, beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an).” (Q.S. An-Nisa:162)

Dari penjelasan yang sedemikian rupa yang Allah firmankan kepada umatnya maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Allah sudah memberikan kabar gembira kepada umat terdahulu tentang kedatangan umat nabi Muhammad SAW. yang memiliki kedudukan utama dan pertama karena senang menerima petunjuk dan pimpinan khaliqnya. Senang melaksanakan perintah dan menjauhkan laranganya. mensyukuri nikmat yang diterima , tidak berputus asa ketika dilanda musibah dan ujian, bersabar dan saling mengingatkan untuk bersabar, berlapang dada, penyantun dan tidak cepat marah sehingga tidak selalu mengalami rasa gelisah.

Apakah kamu termasuk diantaranya?



No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...