Tuesday, 12 June 2018

Yuk, mulai bersyukur!!


Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layaknya sebuah drama. Sekuat apa pun berlari mengejar dunia, ia akan menghindar semakin jauh. Tapi, lain halnya jika kita mampu bersyukur, kenikmatan yang selama ini terkubur dapat dilihat dengan begitu indah. Ibarat hati yang bisa goyah kapan pun tanpa diminta, Allah menciptakannya agar kita mampu merasa, memiliki perasaan untuk saling mengasihi. Hati yang kita miliki akan memberikan warna di setiap kehidupan, sehingga kita tidak terlena saat memiliki harta yang lebih dibandingkan mereka yang berkekurangan.


Oleh sebab itu, apa lagi yang akan kita cari? Semua jalan hidup kita sudah ada takdir yang menggariskannya. Sejauh apapun melangkah tak akan mampu kita melawan ketentuaanya.

Meskipun sejuta keluhan kita lontarkan, kemudian kita umbar kepada seluruh jagat raya. Satu hal pun tak akan ada yang berubah jika bukan kita yang merubahnya. Dunia itu indah jika kita mampu mempergunakannya. Karena dunia merupakan contoh kecil dari surgaNya yang penuh dengan kenikmatan abadi.

Dunia juga titik awal dari perjuangan kita nantinya sampai menuju alam di mana semua perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan. Bersyukurlah apa pun itu meski hanya hal kecil. Jangan kamu mengingkari hal yang telah kamu dapatkan karena belum tentu kamu menemukan hal yang baik itu di tempat lain.

Setelah menyesali kesalahan yang kita perbuat maka rasa bersalah karena telah meninggalkan hal yang luar biasa baik untuk kita terus menghantui. Setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap hari, hati tak akan mampu menahan derasnya ujian. Hanya satu kunci kekuatan kita adalah dengan bersabar dan berserah diri. Bertakwa dengan takwa yang sebenar-benarnya.

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Biarlah berlalu apa yang telah terjadi. Pengalaman yang pahit membuat seseorang berhati-hati. Mengakui kesalahan adalah suatu sikap kesatria dan terhormat. Dunia ini seluruhnya sebagai panggung sandiwara. Hidup tak berarti tanpa berbuat sesuatu yang berfaedah. Perbaikilah segala kerusakan kecil, hingga tidak mengakibatkan kehancuran. Semua permulaan itu sukar. Pemulaan yang baik adalah sebagian dari hasil pekerjaan. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Tak kenal menyerah sebelum berhasil. Berbuatlah selagi ada kesempatan. Di mana ada kemauan di sana ada jalan. Keyakinan sendiri adalah jalan terbaik untuk maju. Manusia merencanakan Tuhan punya kekuasaan. Siapa yang mengenal dirinya sendiri, niscaya ia telah mengenali Tuhannya. Kebahagian tidak selamanya bersumber dari kekayaan. Seseorang yang dapat kepuasan atas penghidupannya selalu bisa senang. Seseorang yang bekerja keras dari semula akan menghasilkan kegemilangan masa depannya. Karena, Tuhan selalu beserta Kamu.

Jadi, apa lagi yang kamu pikirkan? Bersyukurlah!!

Meneladani Kesabaran Nabi Ayub a.s dalam menghadapi cobaan


Tahukah kalian tentang kisah Nabi Ayub a.s?

Ya betul…..

Beliau adalah seorang Nabi yang begitu sangat kaya raya. Selain itu, Ia juga memiliki banyak anak baik laki-laki maupun perempuan. Beliau adalah seorang Nabi yang sangat baik terhadap siapa pun dan sangat taat beribadah kepada Allah.

Bisakah kalian membayangkan bagaimana ujian dan cobaan yang beliau alami?
Mampukah kalian seperti beliau?

Dengan kesabaran dan tawakal terhadap Allah. Allah mengujinya dengan ujian harta. Allah mengurangi kekayaannya dan membuatnya hidup dalam kemiskinan. Namun, Nabi Ayub tetap teguh pendiriannya penuh kesabaran dan bertawakal.

Tidak hanya kekurangan dalam segi harta. Allah kemudian mengujinya kembali dengan ujian yang sangat berat yaitu dengan membuat seluruh anaknya meninggal. Tetapi, beliau menerima ujiannya dengan sabar dan berserah diri kepada Allah.

Tidak berhenti sampai di sana, Allah lalu memberikannya ujian yang lebih berat dari sebelumnya. Allah pun mengujinya dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Beliau menderita penyakit badan (koreng) hingga kurang lebih tujuh tahun lamanya. Beliau di asingkan dan keluarganya sendiri pun menjauhinya. Istri yang selalu menemani beliau pun tergoda oleh bisikan syaitan yang membuat Nabi Ayub sangat marah dan berdoa kepada Allah agar diberi kesembuhan.

Sebagaimana firman Allah di dalam Alquran surah Al-Anbiya ayat 83-84 berikut:
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika Dia berdoa kepada Tuhan-Nya, “(Ya Tuhan-Ku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan keluarganya kepadanya, dan Kami Lipat Gandakan bilangan mereka, sebagai sesuatu Rahmat dari Sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.”

Dengan ujian yang dialami Nabi Ayub, mampukah kita teguh dalam beriman?

Sungguh hal itu sangat sulit kecuali bagi mereka yang benar-benar beriman dan berserah diri kepada Allah.

Setelah kesabaran dan ketabahan yang Nabi Ayub lakukan. Allah pun akhirnya menyembuhkan segala penyakitnya dan mengembalikan keluarga serta kekayaannya kembali.

Begitulah cara Allah menguji hambanya dan begitu pula caranya memberikan kemenangan dan kemulyaan kepada hambanya yang teguh dalam pendirian keimanannya.

Oleh karena itu, kesabaran adalah kekuatan dalam menjalani setiap kehidupan. Tanpa sabar dalam diri, sangatlah sulit menjalani hidup ini. Ditambah dengan berbagai masalah yang ada, pasti hdiup akan penuh kegundahan.

Ujian itu sahabat hidup. Semakin berat ujian maka akan semakin dalam keimanan kita. Bersyukur akan hidup memberikan kebahagiaan yang tak dapat dinilai dengan sebuah harta kekayaan. Cobaan datang pada setiap makhluk hidup di alam semesta ini. Binatang pun juga mengalami ujian. Bayangkan bagaimana mereka berjuang untuk hidup, mereka mencari rezekinya sendiri dengan insting yang mereka punya. Akan kah kita kalah dari mereka yang memiliki akal lagi fikiran? Untuk itu, mari tanamkan dalam hati rasa syukur itu agar kita mampu menjadi orang yang penuh rasa syukur.”

Monday, 11 June 2018

Istiqamah

Istiqamah adalah hal yang sulit , pernahkah kalian berfikir seperti itu?

Ya, memang sangat sulit untuk mempertahankannya dari pada memulainya.

Istiqamah adalah keteguhan hati dalam beriman kepada Allah dan mengikuti seluruh ajaran Rasulullah dengan penuh keikhlasan.

Istiqamah adalah pengabdian diri dalam pengikuti segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya serta tidak menyimpang dari segala ajaranNya .

Sebagaimana Firman Allah di dalam Alquran surah Asy-Syura ayat 15 berikut:
"Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah)  sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita) "

Mengabdi, berjuang dan berkorban adalah hal yang sangat sulit untuk kita lakukan. Susah dalam berpegang Teguh terhadap Istiqamah sebagai manusia yang beriman .

Saat kita ditimpa kesusahan dan penderitaan. Seiring berjalannya waktu, kegagalan kita dalam hidup membuat diri berputus asa dan Istiqamah yang kita lakukan akan tergoncang sehingga membuat jiwa gundah .

Merasa diri rendah di mata orang lain, gagal dalam menilai diri sendiri dan masih banyak lagi hal yang mampu merobohkan keteguhan hati.

Mereka yang memiliki jiwa besar dalam menjalankan keteguhannya. sudah tentu mereka mampu dalam memegang tanggung jawab besar tersebut.

Allah berfirman di dalam Alquran surah Fushshilat ayat 30 berikut ini:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. "

Dengan Firman Allah di atas, kita hendaknya selalu menanamkan dalam hati keteguhan pada pendirian agar mendapatkan ridhaNya. Supaya kita termasuk ke dalam orang-orang yang akan memperoleh surga seperti yang telah Allah janjikan di dalam firmanNya .

Kesederhanaan, rasa penuh syukur  adalah sebuah kebahagiaan. Kita tidak mungkin mampu bahagia jika kita tidak penuh dengan rasa syukur karena setiap manusia haus akan segala kenikmatan. Tak akan berhenti dengan satu kenikmatan sehingga menuju hati yang bahagia akan sulit. Namun, jika kita selalu merasa cukup akan kehidupan yang di jalani maka kebahagiaan itu akan selalu datang menghampiri. 

Sunday, 10 June 2018

Menumbuhkan rasa Cinta pada Allah

Nasib baik atau pun nasib buruk, keduanya merupakan takdir Allah. Kemenangan yang sesungguhnya adalah bersabar dan bersyukur. Sabar menunggu hasil yang diinginkan, bersabar menunggu waktu dan perhitungan yang matang . Bersyukur atas kenikmatan hidup yang di dalamnya mengandung arti yang begitu luas. Kemenangan akan kebahagiaan hidup dan kepuasan hati .

Mencintai sesama makhluk Allah, akan mendatangkan Kurnia dan kemudahannya. Allah menetapkan bagi mereka Cinta dan kasih sayangnya.

Dengan menyayangi sesama makhluk Allah , kita sedikitnya telah menumbuhkan rasa Cinta kepada Allah. Sehingga Allah akan melimpahkan nikmatNya kepada mereka yang melakukannya. Sebagaimana Firman Allah di dalam AlQur'an surah Al-Baqarah ayat 222 berikut:
"Sesungguhnya Allah melimpahkan Cinta kasihnya kepada orang-orang yang selalu bertaubat dan melimpahkan Cinta kasihnya kepada orang-orang yang selalu mensucikan diri. "

Dengan memiliki Cinta kepada Allah maka kita tak akan enggan untuk memberikan sedekah kepada mereka yang pantas menerimanya dengan taat dan ikhlas bukan karena terpaksa, Allah akan membalasnya dengan penggantian yang berlipat ganda. Sebagaimana Firman Allah berikut:
"Allah melebihkan sebagian dari kalian atas sebagian lainnya tentang Rizki."(Q.S .An-Nahl:71)

Banyak manfaat dari mencinta Allah termasuk Allah akan mengaruniakan palaha dan nikmat ,menaungi dan melindungi kita pada hari kiamat serta memelihara kita dari segala siksaan .

Untuk membuktikan akan kecintaan kita kepada Allah beserta Rasulnya, hendaknya kita menyatakan hal itu dengan cara kita bertingkah laku yang sesuai dengan syariat islam serta mencontoh sikap para rasul, berpedoman kepada AlQur'an serta berpegang teguh pada agama Allah 




Saturday, 9 June 2018

Menerapkan Rasa Syukur

Allah adalah Tuhan yang memberikan rizki kepada setiap hambanya. Ia membukakan segala pintu Rahmat dan anugerahNya serta pemberi keputusan yang adil .

Setiap manusia tidak ada satupun yang mampu menduga-duga rizki yang akan mereka dapatkan. Tidak ada satu pun juga manusia yang berzikir kepada Allah kecuali agar Allah mempermudah rizki baginya.

Allah mengetahui segala sesuatu dalam bentuk sekecil apapun. Tak ada siapa pun yang mampu merahasiakan dariNya karena segala sesuatu itu berada dalam genggamanNya.

Segala kenikamatan yang kita peroleh hanyalah titipan semata. Allah memiliki kekuasaan untuk menyempitkan bahkan mencabut kenikmatan tersebut.

Sebagaimana di dalam firmanNya pada surah Al-Baqarah ayat 245 berikut:
"Siapakah yang mau meminjami Allah, pinjaman yang baik maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki ) dan kepada-Nya kamu dikembalikan. "

Keinginan, pengharapan seluruhnya adalah hasrat di dalam hati. Berzikir dan berdoa adalah rahasia keagungan sang pencipta. Setiap manusia yang berzikir dan berdoa secara berkala maka Allah akan menghindarkannya dari segala kesempitan dan kesulitan hidup.

Allah mampu membentangkan rizki yang amat luas bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Allah memiliki sifat As Syakuuru yang memiliki arti Maha Mensyukuri. Dialah Tuhan yang Maha Pengampun serta Maha Mensyukuri. Allah akan mencatat siapa saja yang selalu berzikir kepadaNya, mereka itu akan masuk kedalam golongan orang yang bersyukur.

Setiap manusia yang memiliki rasa syukur dan merasa dirinya hidup dengan penuh kecukupan. Mereka akan senantiasa hormat kepada orang lain, selalu berbagi kepada siapa pun, taat akan segala perintah dan laranganNya, hati dan pikirannya selalu bersih, menjaga lisan dan pandangannya. Selain itu, Ia akan memperhitungkan dengan matang saat akan melangkahkan kakinya sehingga Ia mampu menahan diri dari segala keburukan yang menjadikannya penuh dengan Keteguhan dan pendirian.

Apabila kita di hadapkan dengan perasaan lemah, nafas terasa sesak, penglihatan samar dan jiwa yang gundah. Maka penuhilah hati dengan berzikir dan berusaha menerapkan serta mensyukuri nikmat sehingga kehidupan akan menjadi lebih bahagia dan tentram.

Friday, 8 June 2018

Ikhtiar Penentu Datangnya Karunia Allah

Ujian adalah salah satu lika-liku kehidupan. Ujian juga memberikan warna dalam perjalanan hidup. Tanpa ujian dan rintangan pasti kehidupan kita akan mudah dan terasa biasa saja. Oleh karenanya, Allah memberikan ujian ini agar Ia juga mengetahui mana hambanya yang tahan akan ujian dan tetap taat serta sabar. 

Sesuai dengan Asma Allah. Allah adalah Al Qaabidhu yang berarti Tuhan Yang memiliki kekuasaan dalam Menyempitkan Rizki, menyabut rizki serta segala kenikmatan yang tengah kita rasakan. 

Sebagaimana Firman Allah di dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 245 berikut:
"Barangsiapa meminjami Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah),  maka Allah melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. "

Jika kamu masih merasa bahwa rizki yang kamu dapatkan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidupmu berarti kamu masih belum bisa menjadi seseorang yang bersyukur. 

Apabila saat ini kamu masih belum mendapatkan apa yang kamu inginkan dan masih juga belum mendapatkan rizki yang layak untukmu. Berzikirlah dengan Asma Allah agar terhindar dari segala kesempitan dan kesulitan. 

Setelah hal itu kita lakukan maka tahap selanjutnya adalah ikhtiar. Berusaha melakukan yang terbaik semampu yang bisa kita lakukan dan berserah diri akan kuasa Allah. 

Allah juga merupakan Al Baasithu yang artinya Tuhan Maha Melapangkan Rizki. ia melapangkan dan meluaskan rizki bagi siapa saja hambanya yang dikehendaki. 

Seperti Firman Allah berikut:
"Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa  sesungguhnya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)  bagi kaum yang beriman. " (Q. S. Ar-Rum :37)

Kesusahan itu berasal dari hati yang kufur akan nikmat. Ketenangan datang pada setiap manusia yang bersyukur. Kurang bersyukur maka akan kehilangan akal sehat menuju gerbang kerakusan. Orang yang shaleh dan taat kepada Allah tidak akan sedikit pun ingkar akan kekuasaan-Nya. 

Berdoa dan ikhtiar adalah jalan yang paling baik bagi orang-orang yang memahaminya. Ikhtiar adalah kunci menuju gerbang kebahagiaan. Tanpa putus asa, tanpa keluhan dan hati yang kotor maka jalannya akan dipermudah. 

Untuk itu, jika apa yang kalian inginkan tidak sesuai dan belum terwujud. Berusahalah menggapainya. Jangan berhenti dan menyerah sebelum berusaha dengan maksimal . Karena karunia Allah beserta orang-orang yang penuh dengan keyakinan dan tawakal. 

Thursday, 7 June 2018

Bertakwa Menjauhkan Keluhan

Masihkah kalian ingat kapan terakhir kali bersujud syukur atas nikmat yang diberi ?

Sudahkah kalian mengintrospeksi kesalahan yang diperbuat? 

Ingatkah terakhir kali kalian mencucurkan air mata ketika memanjatkan doa? 

Mungkin tak terasa banyak waktu yang kita lewati begitu saja . Seakan dunia itu abadi.  Kita asik disibukkan dengan berbagai pekerjaan, kehidupan sosial dan tren-tren masa kini. Semua itu menghilangkan kenyataan bahwa suatu hari kita akan kembali pada-Nya. 

Semakin hari kehidupan semakin modern. Semua hal yang dulu tidak pernah terbayangkan, muncul pada waktu sekarang . Entah bagaimana semua hal yang aneh itu bermunculan, tapi mungkin ini juga suratan takdir akan hidup dunia yang tinggal menghitung waktu .

Setiap waktu kita hanya disibukkan dengan menemukan jati diri dalam pergaulan. Jika tak sepadan gaya yang kita punya dengan teman sepergaulan, menyebabkan keinginan semakin memuncak. 


Tak henti-hentinya, kita melakukan berbagai cara agar tidak ketinggalan zaman. Padahal hal itu bukanlah yang seharusnya kita lakukan . 

Bukan kemewahan yang harus kita cari. Bukan pula sebuah status sosial. 

Pernahkan kalian berfikir, kapan terakhir kali sangat dekat dengan Allah? 

Kita hanya dekat dengannya saat musibah datang menimpa. Namun, ketika Puncak kejayaan di depan mata kita pun terlupa. 

Hati pun luput akan nafsu semata. Menghitam dan tergerus dengan silau gemerlap dunia. Mentari yang menarik seakan menutup mata kita yang bersih. 

Bertakwa adalah salah satu ciri makhluk ciptaan Allah yang beriman. Apa kamu termasuk di dalamnya? 

Bahkan aku sendiri pun masih belum merasa masuk dalam golongan itu. Karena takwa yang sebenar-benarnya adalah menyerahkan segala nasib kehidupan hanya pada Allah. Rela akan segala ketetapan. Rela akan Rizki yang di dapat. Rela tertimpa ujian bertubi-tubi tanpa mengeluarkan keluhan. 

 jika kita telah masuk dalam kategori ini, maka ini adalah izin dan betapa sayangnya  Allah kepada kita. Oleh sebab itu, bersyukurlah atas nikmat sehat, rezeki, dan kehidupan layak yang kita dapat. Kemudian dekatkanlah diri sedekat-dekatnya dengan Allah agar nikmat yang di dapat menjadi berkah yang berharga. 


Wednesday, 6 June 2018

Sabar Penentu Keikhlasan


Sabar adalah kekuatan pikiran yang positif untuk menghindarkan jiwa dari hal yang dibenci Allah. Sabar ini mendorong jiwa untuk memenuhi dan menunaikan segala kewajiban. Sesungguhnya sabar berat untuk dilakukan bagi mereka yang tidak memiliki jiwa yang taat, karena sabar sendiri terbagi ke dalam tiga kategori menahan diri. 

Sabar yang pertama adalah menahan diri dalam mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Kemudian, sabar yang kedua adalah sabar dalam menjauhi dan  menghadapi segala hal-hal yang diharamkan Allah. Lalu yang terakhir, sabar terhadap takdir yang Allah putuskan untuk kita. Baik itu takdir baik ataupun menyakitkan. 

Cara kita menjauhi dari sifat mengeluh, sombong dan iri hati adalah dengan bersabar. Sering kali yang kita lakukan hanya hal-hal bodoh yang merusak jiwa. Mengeluh, mengeluh dan mengeluh.
Pernah kah kalian melihat Nabi Muhammad SAW. Mengeluh?

Kapankah Ia mengeluh?

Rasulullah SAW. Pernah mengalami sebuah kondisi yang jauh dari yang beliau inginkan. para kaum musyrikin mengabaikan seruannya dan juga mencampakan Al-Qur’an. Tetapi apa yang beliau lakukan? Ia  tetap sabar dan ikhlas.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 157 sebagai berikut:
“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” 

Hal ini di sambung dengan firman Allah yang lain:
“Kecuali mereka yang telah tobat, mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran , maka terhadap mereka itulah yang aku terima tobatnya dan aku-lah yang maha penerima tobat, maha penyayang.” (Q.S.Al-Baqarah:160)

Sifat sabar ini membedakan kita sebagai manusia dengan seekor hewan. Apakah kalian ingin di samakan dengan hewan? Tidak bukan? Oleh sebab itu, bersabar akan menjadikan kita makhluk yang lebih baik dari hewan. Sebab, hewan tidak mampu untuk menahan diri menundukkan hawa nafsu tersebut.

Setelah sabar mampu kita jalani maka ikhlas dalam hati dan jiwa pun akan mengikuti langkah kemana akan pergi. Dengan sabar dan ikhlas yang tumbuh di dalam jiwa dan hati kita, kemudian rasa ingin melakukan kebaikan pun akan meningkat. Dalam hati akan tertanam rasa ingin memberi atau membantu orang lain. Kesemua itu akan menjadikan kita jauh sekali dari rasa mengeluh akan kehidupan dan segala ketentuan yang Allah berikan.

Sebagaimana firman Allah berikut ini:
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya ,anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan, orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang-orang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah:177)

Jika kita mengurangi kebiasaan mengeluh atau tidak mengeluh sama sekali, ini akan menjadi penyumbang rahmat-Nya pada kita.

Marilah membiasakan diri untuk tidak mengeluh . apapun yang terjadi pada anda tidak penting tapi belajarlah untuk menjadi manusia yang berfikir cerdas dan berusaha ikhlas mencari solusi dari segala masalah secara tuntas. Yang paling terpenting adalah apa yang akan, mau atau dilakukan terhadap apa yang terjadi kepada kita saat ini.

Betapa indahnya dan tentramnya hidup kita jika dihiasi dengan sifat sabar dan ikhlas dalam segala situasi dan kondisi. apalagi bila kebaikan ini ditambah dan dilengkapi dengan sifat lainnya juga. Sungguh luar biasa dahsyatnya.


Tuesday, 5 June 2018

Memperbanyak Ibadah

Ibadah adalah syarat wajib yang seharusnya dikerjakan setiap muslim di seluruh jagat raya. Ibadah merupakan bukti kecintaan terhadap Dia yang telah menciptakan kita. Meyakini Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad adalah Rasul-Nya, maka ini merupakan suatu kewajiban kita sebagai umat muslim yang taat. 

Setiap denyut nadi yang berdetak sejatinya hanya milik-Nya. Kita tak kuasa untuk melawan takdir. Menghindarinya saja pun tidak bisa .

Apakah kita mampu hidup tanpa belas kasihan dari-Nya?  Sungguh Hal itu mustahil apalagi kita yang hanya butiran debu yang mudah disapu. 

Ibadah adalah salah satu dari kekuatan iman yang menopang di setiap hembusan nafas. Allah tidak pernah membutuhkan sedikit pun hasil dari ibadah yang kita lakukan. Justru,  kitalah yang membutuhlan Allah. Penuntun di setiap langkah yang kita tapakkan. 

Banyak sekali di luar sana mereka yang tidak sedikit pun tersentuh hatinya untuk beribadah. Lantas apa kita juga harus mengikuti mereka?  Tidak ...sungguh itu adalah perbuatan yang fasik. 

Dengan kita menerapkan rasa syukur yang amat dahsyat kepada Allah. Tentunya, ibadah bukanlah masalah yang berat dan sulit kita lakukan .

Memperbanyak ibadah akan menghindarkan kita dari kejamnya kehidupan dunia. Tempat di mana segala makhluk menutup wajah. Menutup akan kebenaran, keadilan dan kejujuran .

Semakin kuat ibadah tersebut, membuat kita semakin menumbuhkan rasa syukur. Akan jarang sekali kalimat mengeluh, sombong, iri hati dan semua masalah jiwa yang menggoncangkan. 

Pada awalnya, satu kali meninggalkan ibadah, lalu berkata "akh ...baru kali ini saja, tak apalah". Kemudian , kedua kalinya begitu, lalu berkata "biarlah.. ..Toh, tidak sengaja". Dan seterusnya, masalah beribadah itu semakin menancap di relung hati,Berakar dan tertanam sangat kuat. 

Mengapa fenomena ini marak terjadi di mana-mana. Dunia tempat kita berpijak sebentar lagi akan musnah melululantahkan segala isinya. Oleh karena itu, saudariku yang tercinta. Perbanyaklah ibadah sebagai tanda syukur dan pengabdian kita kepada sang pencipta .

Monday, 4 June 2018

Fenomena Bersyukur_Berburuk Sangka dan Menyerah pada hidup


Perjalanan kehidupan yang dijalani Siti, semakin hari menjadi tak karuan, Pikirannya semakin ruwet, hatinya semakin sesak dan pandangannya juga kosong. Matanya yang memerah memberikan makna penyesalan akan kesalahannya di masa lalu, hatinya kalut dan berprasangka Allah telah meninggalkannya sendiri. Ia menanyakannya dalam hati “Ya Allah mengapa engkau seperti ini padaku, Aku tahu salah tapi janganlah kau perlakukanku sepeti ini. Berikanlah jalanmu agar aku tidak bersangka-sangka kepadamu, ya Allah.” Diulanginya kalimat itu berulang kali. Tanpa sadar, Ia kehilangan arah hidupnya. Setiap hari pemalasan saja yang Ia lakukan. Ia bahkan enggan melakukan hal-hal lainnya. Berbaring dalam tempat tidur saja yang selalu Ia lakukan.

Kabar burung yang selalu ia dapatkan, kini hal itu sudah tidak lagi dihiraukannya. Ia sudah tidak ingin berfikir apa-apa lagi. Dalam benaknya hanya kata menyerah yang terus terngiang.
“Jika aku mati, tak akan mungkin aku harus mengalami ini. Sudah pasti kekacawan ini tak akan lagi aku lalui” gumamnya dalam keheningan malam di kala waktu tidur memanggil.

Sampai kapan aku begini?

Sudah cukup aku menanggungnya, mengapa tak ada jalan lagi untukku?

Aku tak kuasa menahannya lagi…Tuhan kapan ini semua berakhir?

Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Tangannya tak henti-henti mengusap muka yang penuh dengan berlinang air mata itu. Setiap malam Ia tidak bisa beristirahat. Matanya selalu terbangun dan tak mampu untuk menutup.

Kehilangan jati diri adalah hal yang paling menyakitkan baginya. Merasa rendah tentu selalu meliputi setiap langkahnya. Kekuatan dan kesombongan yang dia punya kini sudah tak tertampakkan lagi. Ia hanya berdoa agar Tuhan memaafkannya, jika tidak hal-hal yang mengerikan selalu membayangi pikirannya.

“Apakah kalian semua ingin nasib seperti Siti? Menjalani kehidupan tanpa arah dan pandangan? Jika tidak, apa yang akan kalian lakukan? Akankah kalian menutup mata pada kehidupan yang penuh nikmat? Bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki saat ini, jangan sampai penyesalan menghantui kalian kelak, karena penyesalan itu sangat menyakitkan. Duka cita karena penyesalan tak akan ada obatnya sampai kebahagiaan lain datang menggantikannya.


Selamat menikmati hidup kalian yang cerah ya!

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...