Tahukah kalian tentang
kisah Nabi Ayub a.s?
Ya betul…..
Beliau adalah seorang
Nabi yang begitu sangat kaya raya. Selain itu, Ia juga memiliki banyak anak
baik laki-laki maupun perempuan. Beliau adalah seorang Nabi yang sangat baik
terhadap siapa pun dan sangat taat beribadah kepada Allah.
Bisakah kalian
membayangkan bagaimana ujian dan cobaan yang beliau alami?
Mampukah kalian seperti
beliau?
Dengan kesabaran dan
tawakal terhadap Allah. Allah mengujinya dengan ujian harta. Allah mengurangi
kekayaannya dan membuatnya hidup dalam kemiskinan. Namun, Nabi Ayub tetap teguh
pendiriannya penuh kesabaran dan bertawakal.
Tidak hanya kekurangan
dalam segi harta. Allah kemudian mengujinya kembali dengan ujian yang sangat
berat yaitu dengan membuat seluruh anaknya meninggal. Tetapi, beliau menerima
ujiannya dengan sabar dan berserah diri kepada Allah.
Tidak berhenti sampai
di sana, Allah lalu memberikannya ujian yang lebih berat dari sebelumnya. Allah
pun mengujinya dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Beliau menderita
penyakit badan (koreng) hingga kurang lebih tujuh tahun lamanya. Beliau di
asingkan dan keluarganya sendiri pun menjauhinya. Istri yang selalu menemani
beliau pun tergoda oleh bisikan syaitan yang membuat Nabi Ayub sangat marah dan
berdoa kepada Allah agar diberi kesembuhan.
Sebagaimana firman
Allah di dalam Alquran surah Al-Anbiya ayat 83-84 berikut:
“Dan (ingatlah kisah)
Ayub, ketika Dia berdoa kepada Tuhan-Nya, “(Ya Tuhan-Ku), sesungguhnya aku telah
ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua
penyayang. Maka kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan keluarganya
kepadanya, dan Kami Lipat Gandakan bilangan mereka, sebagai sesuatu Rahmat dari
Sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.”
Dengan ujian yang
dialami Nabi Ayub, mampukah kita teguh dalam beriman?
Sungguh hal itu sangat
sulit kecuali bagi mereka yang benar-benar beriman dan berserah diri kepada
Allah.
Setelah kesabaran dan ketabahan yang Nabi Ayub
lakukan. Allah pun akhirnya menyembuhkan segala penyakitnya dan mengembalikan
keluarga serta kekayaannya kembali.
Begitulah cara Allah
menguji hambanya dan begitu pula caranya memberikan kemenangan dan kemulyaan
kepada hambanya yang teguh dalam pendirian keimanannya.
Oleh karena itu,
kesabaran adalah kekuatan dalam menjalani setiap kehidupan. Tanpa sabar dalam
diri, sangatlah sulit menjalani hidup ini. Ditambah dengan berbagai masalah
yang ada, pasti hdiup akan penuh kegundahan.
Ujian itu sahabat hidup.
Semakin berat ujian maka akan semakin dalam keimanan kita. Bersyukur akan hidup
memberikan kebahagiaan yang tak dapat dinilai dengan sebuah harta kekayaan. Cobaan
datang pada setiap makhluk hidup di alam semesta ini. Binatang pun juga
mengalami ujian. Bayangkan bagaimana mereka berjuang untuk hidup, mereka
mencari rezekinya sendiri dengan insting yang mereka punya. Akan kah kita kalah
dari mereka yang memiliki akal lagi fikiran? Untuk itu, mari tanamkan dalam
hati rasa syukur itu agar kita mampu menjadi orang yang penuh rasa syukur.”
No comments:
Post a Comment