Tuesday, 12 June 2018

Meneladani Kesabaran Nabi Ayub a.s dalam menghadapi cobaan


Tahukah kalian tentang kisah Nabi Ayub a.s?

Ya betul…..

Beliau adalah seorang Nabi yang begitu sangat kaya raya. Selain itu, Ia juga memiliki banyak anak baik laki-laki maupun perempuan. Beliau adalah seorang Nabi yang sangat baik terhadap siapa pun dan sangat taat beribadah kepada Allah.

Bisakah kalian membayangkan bagaimana ujian dan cobaan yang beliau alami?
Mampukah kalian seperti beliau?

Dengan kesabaran dan tawakal terhadap Allah. Allah mengujinya dengan ujian harta. Allah mengurangi kekayaannya dan membuatnya hidup dalam kemiskinan. Namun, Nabi Ayub tetap teguh pendiriannya penuh kesabaran dan bertawakal.

Tidak hanya kekurangan dalam segi harta. Allah kemudian mengujinya kembali dengan ujian yang sangat berat yaitu dengan membuat seluruh anaknya meninggal. Tetapi, beliau menerima ujiannya dengan sabar dan berserah diri kepada Allah.

Tidak berhenti sampai di sana, Allah lalu memberikannya ujian yang lebih berat dari sebelumnya. Allah pun mengujinya dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Beliau menderita penyakit badan (koreng) hingga kurang lebih tujuh tahun lamanya. Beliau di asingkan dan keluarganya sendiri pun menjauhinya. Istri yang selalu menemani beliau pun tergoda oleh bisikan syaitan yang membuat Nabi Ayub sangat marah dan berdoa kepada Allah agar diberi kesembuhan.

Sebagaimana firman Allah di dalam Alquran surah Al-Anbiya ayat 83-84 berikut:
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika Dia berdoa kepada Tuhan-Nya, “(Ya Tuhan-Ku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan keluarganya kepadanya, dan Kami Lipat Gandakan bilangan mereka, sebagai sesuatu Rahmat dari Sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.”

Dengan ujian yang dialami Nabi Ayub, mampukah kita teguh dalam beriman?

Sungguh hal itu sangat sulit kecuali bagi mereka yang benar-benar beriman dan berserah diri kepada Allah.

Setelah kesabaran dan ketabahan yang Nabi Ayub lakukan. Allah pun akhirnya menyembuhkan segala penyakitnya dan mengembalikan keluarga serta kekayaannya kembali.

Begitulah cara Allah menguji hambanya dan begitu pula caranya memberikan kemenangan dan kemulyaan kepada hambanya yang teguh dalam pendirian keimanannya.

Oleh karena itu, kesabaran adalah kekuatan dalam menjalani setiap kehidupan. Tanpa sabar dalam diri, sangatlah sulit menjalani hidup ini. Ditambah dengan berbagai masalah yang ada, pasti hdiup akan penuh kegundahan.

Ujian itu sahabat hidup. Semakin berat ujian maka akan semakin dalam keimanan kita. Bersyukur akan hidup memberikan kebahagiaan yang tak dapat dinilai dengan sebuah harta kekayaan. Cobaan datang pada setiap makhluk hidup di alam semesta ini. Binatang pun juga mengalami ujian. Bayangkan bagaimana mereka berjuang untuk hidup, mereka mencari rezekinya sendiri dengan insting yang mereka punya. Akan kah kita kalah dari mereka yang memiliki akal lagi fikiran? Untuk itu, mari tanamkan dalam hati rasa syukur itu agar kita mampu menjadi orang yang penuh rasa syukur.”

No comments:

Post a Comment

Yuk, mulai bersyukur!!

Setiap manusia adalah cobaan bagi manusia lainnya. Kita diberikan kehidupan agar  mampu melihat nikmat dari segala sisi. kehidupan layak...