Masih
ingatkah kalian, pertama kali membuka mata saat dilahirkan dan menangis? Sudah tentu,
kalian tidak akan bisa mengingatnya, karena ketika masih bayi, kita belum
memiliki ingatan apapun.
Kalian
tahu bukan, bagaimana seorang bayi bertahan dan berjuang untuk hidup dan
dewasa? Sudah pasti berat rintangannya, bukan?
Pernahkah
kalian melihat anak kecil yang mencoba untuk berjalan?
Pasti
lucu sekali, ya kan? Apalagi melihat ia jatuh dan mencoba bangkit dari jatuhnya.
Kita seakan tertawa geli melihatnya. Akan tetapi, berbeda dengan keadaan anak
tersebut, dia seperti itu karena berusaha untuk bisa berjalan dan menapaki dunia
fana yang indah ini.
Coba
lihatlah di sekitar kalian, contoh kecilnya adalah para siswa yang lulus
sekolah. Apa yang mereka lakukan selanjutnya? Kalian pasti sudah tahu
jawabannya. Namun, saya tetap akan memberitahu kalian tentang hal itu. Pertama,
mereka yang lulus sebagian besar melanjutkan pendidikannya dan sebagian
besarnya lagi mencari lapangan pekerjaan, ada yang bekerja di kantor, membuka
usaha dan bahkan berbisnis. Kalau kita simak lebih dalam, sebelum mereka tahu
apa yang akan mereka lakukan setelah lulus, pasti banyak sekali segelintir dari
mereka yang bersenang-senang tanpa berfikir akan masa depan mereka.
Hal
ini merupakan persepsi yang amat sangat salah. Kenapa bisa begitu? Bayangkan saja
jika mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan bagaimana dengan masa
depannya, ok, satu hari, 2 hari, 1 minggu dan 1 bulan anggaplah itu sebagai
sarana mereka untuk menenangkan pikiran. Tapi, bagaimana jika hal itu berlanjut
sampai bertahun-tahun? Apa pendapat kalian?
Orang
yang mencari kerja pun sama sulitnya, kenapa bisa dikatakan sulit? Ya, karena
mendapatkan sebuah pekerjaan itu tidak semudah saat kita membalikkan telapak
tangan. Ingatlah kesempatan itu ada di mana-mana, tergantung bagaimana kita
menyikapinya.
Mari
kita ambil contoh seseorang yang sudah kesana-kemari mencari sebuah pekerjaan. Tetapi,
masih saja belum mendapatkannya. Kira-kira apa yang akan orang tersebut
pikirkan?
Tentunya,
hal pertama yang dipikirkan adalah menyerah. Setelah kalimat ini terbesit di
kepalanya akan tumbuh perasaan-perasaan lainnya yang membuat mental orang
tersebut melemah. Bisa berupa putus asa, berfikir negatif, malas dan masih
banyak lagi.
Allah
berfirman:
“Manusia
tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa
dan hilang harapannya” (Q.S. Fushshilat:49)
Kalau
kita cermati, kegagalan itu merupakan hal yang wajar. Kenapa? Karena jika
seseorang belum pernah mengalami yang namanya kegagalan, sudah pasti ada yang
salah dengan diri mereka. Orang yang menjadi kuat berasal dari mental yang kuat
sedangkan orang yang menjadi lemah berasal dari mental yang juga lemah.
Orang
sukses memiliki keyakinan yang kuat untuk menjadi sukses sedangkan orang gagal
adalah orang yang melakukan kesalahan tapi tidak memperbaiki kesalahan tersebut.
optimis adalah sebuah pola pikir positif dan percaya diri yang hanya dimiliki
oleh orang sukses. Orang yang selalu optimis mempunyai peluang kesuksesan lebih
besar dari orang yang pesimis. Mereka cenderung berusaha, berfikir dan berdoa. Selain
itu, mereka juga menjaga konsisten dengan gigih dan pantang menyerah. seperti bagaimana
cara mencari rahasia orang-orang sukses bisa mendapatkan kesuksesannya. Arah pandangan
orang sukses pun bergerak pada tujuan bukan pada hambatan yang ada.
Allah
telah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagaimana berikut
ini:
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah
tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan suatu kaum,
maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain
Dia.” (Q.S. Ar-Ra’d:11)
Pantang
menyerah adalah suatu bentuk perjuangan yang dilakukan seseorang dengan tangguh
dan penuh semangat, tidak berputus asa, rajin tekun, ulet dalam berusaha dan
melakukan segala tugas dan kewajibannya.
Orang yang
berbaik sangka pada dirinya sendiri, tentu akan selalu bersemangat dan pantang
menyerah, karena mereka tidak akan berputus asa akan kehidupannya.
Sebagaimana firman
Allah di dalam surah Yusuf ayat 87 berikut:
“Dan janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesunguhnya tiadalah putus asa demi
rahmat, melainkan orang-orang yang kafir.”
Oleh
karena itu. Teruslah berusaha saat menghadapi suatu masalah dan kesempatan. Ambil
resiko dengan perhitungan, hadapi rintangan tersebut dengan persiapan yang
matang. Imbangi kegigihan itu dengan pikiran yang kreatif karena orang yang
hanya diam dalam suatu keadaan dan tidak mau bergerak maju hanya ingin berada
di tempat yang aman maka di tidak akan berkembang sama sekali.
Seperti
firman Allah di dalam Al-Qur’an berikut ini:
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri
balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(Q.S. An-Nahl:97)
“Dalam langit malam
yang hangat,
Membayangkan dilangit
penuh warna,
Harapan tampak redup
dan senyap,
Berhembus pergi dan
menghilang.
Ketika kita telah
gagal disuatu tempat,
Kata ‘Menyerah’ telah
lama tertulis
Seperti setiap hari,
Saat ketakutan
melanda dan pemikiran mengelana,
Merasa doa terbukti
sia-sia.
Dan tak mampu untuk melupakannya,
Maka, gantikanlah
dengan yang lain.
Berbalik kembali mengambil
kesempatan” (S4)
Sebagimana
firman Allah berikut:
“Maka
sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan.” (Q.S. Asy-Syarh:5-6)
No comments:
Post a Comment