Kamu pasti pernah kan
mengalami penderitaan karena mendapat suatu masalah?
Dan terkadang bingung harus berbuat apa?
Lalu meluapkan amarah kepada orang yang ada didepan mata?
Pernah tidak kamu membayangkan bagaimana sih caranya bisa menang menghadapi suatu masalah?
Pasti susah ya, apa lagi jika masalah yang kita hadapi itu sulit kita tebak akan berjalan ke arah mana.
Ketika kamu
dihadapkan dengan suatu masalah yang kamu sendiri bingung bagaimana
mengatasinya dan tidak ada yang bisa membantu kamu. Pasti pernah dong ngalamin
itu?
Tidak dapat dipungkiri lagi, kebanyakan hal itu sering terjadi contohnya, di dunia sekolah
bahkan di tempat kerja. Jika di sekolah kita dihadapkan dengan cobaan menjadi
murid yang baik dan berprestasi tapi disisi lain kita tidak bisa menghadapi
kekesalan orang lain atas keberhasilan kita, sedangkan di tempat pekerjaan kita
dihadapkan dengan deadline waktu, presentasi, koreksi atasan, dipojokkan oleh
teman sepekerjaan atas suatu masalah, belum lagi jika kita melakukan kesalahan,
sudah pasti tentunya kita akan menjadi amukan amarah atasan tersebut. Itu pun
berlaku dikehidupan kita sehari-hari..
Semakin memperdalam
makna bersyukur itu, sudah pasti kita mengetahui arti dari setiap cobaan.
Semakin berat cobaan berarti semakin bertakwa dan berimanlah kita dihadapan
sang pencipta.
Dalam menjalani
kehidupan ini kita diberikan segala rezeki dan nikmat untuk mengukur seberapa
kita bersyukur dalam menghadapi cobaan. cobaan itu sendiri meliputi berbagai hal
yang baik dan bisa juga berupa hal yang buruk,
seperti firman Allah SWT. berikut:
seperti firman Allah SWT. berikut:
“Kami akan menguji
kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan
hanya kepada-Nya.” (Q.S. Al-Anbiya: 35)
Kita bisa lulus dalam ujian ini tapi kita juga bisa mengalami kegagalan. Dengan pemberitahuan ini diharapkan kita mampu menerima dan memahami akan adanya sunatullah, masa dimana ada senang dan susah. Masa tenang dan menderita. Semuanya akan berputar bergantian tidak tetap dalam satu keadaan.
Cobaan bisa datang di
mana saja, bahkan di tempat yang kita tidak terfikirkan sama sekali, cobaan itu
sendiri sangat beragam, peristiwa-peristiwa yang terjadi pun terkadang tidak
sesuai dengan nalar kita.
Sebagaimana firman Allah berikut ini:
“Dan kami bagi-bagi
mereka di dunia, menjadi beberapa bangsa, diantaranya ada orang-orang yang baik
dan ada pula yang tidak, serta kami uji mereka dengan (peristiwa) yang baik dan
yang buruk, supaya mereka kembali (kepada kebenaran).” (Q.S Al-Araf : 168)
Setelah kita mendapatkan ujian, kita pun tidak berfikir dan menyadari bahwa ujian akan kesenangan pun bisa membutakan mata kita. Ketika kita dihadapkan dengan kesenangan dunia dan kenikmatan yang luar biasa, lalu kita menjadi kufur akan nikmat tersebut sehingga kita terpedaya olehnya.
Allah pun berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Fajr ayat 15-16 sebagaimana berikut:
“Adapun manusia apabila diuji oleh Tuhan-Nya, diberinya kemuliaan dan kesenangan hidup, dia mengatakan Rabbi memuliakan aku. Tetapi apabila Ia mengujinya, lalu dibatasi rezekinya, dia pun berkata pula : “Rabbi menghinaku.”
Kalau kita selalu melihat hanya dari satu sisi cobaan ataupun rasa syukur pasti tidak akan terlihat karena kita hanya berfikir negatif akan segala hal yang terjadi dalam hidup kita.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
“Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi, ialah untuk menjadi perhiasan baginya,
karena kami hendak menguji siapa di antara mereka yang paling baik pekerjaannya
(amalnya) “ (Q.S. Al-Kahfi:7)
Dengan ayat firman Allah diatas, menjelaskan bahwa Allah menjadikan kenikmatan yang didapatkannya itu untuk menguji apakah kita mampu memanfaatkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, cinta akan orang-orang disekitar yang membutuhkan, perduli akan lingkungan, dan berbagi atas nikmat yang diterima sehingga apa yang ia dapatkan jadi bermanfaat.
Kemudia Allah berfirman di dalam A-l-Qur’an surah Muhammad ayat 31 seperti berikut ini:
“Dan sesungguhnya
kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa di antara kalian yang
melakukan jihad sebenarnya dan siapa yang sabar. Dan kami akan menguji sepak
terjang kalian.”
Sudahkah kalian mengevaluasi diri? Termasuk kemanakah kamu? Lulus dalam cobaan? Atau kegagalan yang kalian dapatkan dalam menghadapi cobaan?
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Mulk ayat 1-2 sebagai berikut:
“Maha berkah Allah
yang ditangan-Nya kerajaan dan kekuasaan, dan Dia maha kuasa atas segala
sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S Al-Mulk :1-2)
Jika kita ingin lulus dalam mengahadapi cobaan. Cobalah memperbaiki dan mengevaluasi diri, apakah kita sudah sepenuhnya berserah diri pada-nya. Berlapang dada, sabar, ikhlas serta Mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya? Dengan begitu mungkin kita akan lulus dalam menghadapinya sehingga kita menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Kata “juhamidani” banyak sekali terdapat dalam AL-Qur’an
dan memerintahkan kepada kita untuk melakukan pujian kepada-Nya.
Untuk itu marilah kita memperbanyak bersyukur dan bertasbih kepada-Nya. Dengan begitu ketaatan kita akan bermakna di hadapan-Nya.. .
Untuk itu marilah kita memperbanyak bersyukur dan bertasbih kepada-Nya. Dengan begitu ketaatan kita akan bermakna di hadapan-Nya.. .
No comments:
Post a Comment